News

Pemberlakuan Jam Malam Masih Jadi Andalan Anies Tekan Lonjakan COVID-19 di DKI

Anies Baswedan dan jajaran masih mengandalkan kebijakan jam malam untuk menekan lonjakan COVID-19 di Ibu Kota


Pemberlakuan Jam Malam Masih Jadi Andalan Anies Tekan Lonjakan COVID-19 di DKI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan jajaran masih mengandalkan kebijakan jam malam untuk menekan lonjakan COVID-19 di Ibu Kota yang terus meroket dua pekan belakangan ini. 

Kebijakan jam malam ini diambil Anies Baswedan pekan lalu ketika kasus harian di Jakarta mulai naik ke 4.000 kasus. Semua kegiatan di Jakarta diberhentikan hingga pukul 20.00 WIB. 

"Ya, jam malam diberlakukan tidak boleh ada kegiatan, semuanya kegiatan, mall dibatasi sampai jam 20.00 WIB. Setelah jam 20.00 WIB tidak boleh ada kegiatan," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (23/6/2021).

Menindaklanjuti penerapan jam malam ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya menutup 10 ruas jalan pada waktu tertentu, penutupan dan penyekatan itu dimaksud untuk mengurangi mobilitas masyarakat di luar rumah.

Ariza mengatakan, saat ini pihaknya sedang menelisik hasil penutupan 10 ruas jalan itu, kalau hasilnya baik Pemerintah Provinsi DKI mau memberlakukan peraturan yang sama di ruas jalan lainnya. 

Saai ini, para Wali Kota diminta mendata ruas jalan di wilayahnya masing-masing yang  kerap menjadi tempat  berkerumun seperti ruas jalan yang menjadi sentra kuliner.

"Mungkin nanti bisa dikembangkan atau mungkin ditambah lagi, beberapa titik (ruas jalan) di wilayah Jakarta," tuturnya.

Selain jam malam, kebijakan lain yang dirasa efektif  menekan lonjakan kasus COVID-19 DKI Jakarta sekarang ini adalah melarang warga tidak keluar rumah pada Sabtu-Minggu, peraturan itu sudah berlaku pada akhir pekan lalu, mobilitas masyarakat di luar rumah di sebut sangat berpotensi memicu penularan corona mengingat varian baru wabah ini disebut lebih mudah dan cepat menular.

"Kebijakan sejak awal kami dan semua jajaran selalu menyampaikan tempat terbaik adalah di rumah, kemarin pak Gubernur juga menyampaikan untuk Sabtu-Minggu untuk berada di rumah. Ke depan juga demikian," ujarnya.

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co