Rahmah

Pemberangkatan Jemaah Haji Indonesia Berakhir 3 Juli 2022

Per Selasa (28/6/2022), dilaporkan total 76.421 jemaah haji sudah sudah diberangkatkan ke Tanah Suci


Pemberangkatan Jemaah Haji Indonesia Berakhir 3 Juli 2022
Ilustrasi Kakbah saat dipenuhi para jemaah dari seluruh dunia (pixabay.com)

AKURAT.CO Kementerian Agama (Kemenag) mengatakan bahwa fase pemberangkatan jemaah haji Indonesia 1443 H/2022 M akan berakhir pada 3 Juli 2022 mendatang. Tercatat per Selasa (28/6/2022), dilaporkan total 76.421 jemaah haji sudah sudah diberangkatkan ke Tanah Suci.

"Sampai hari ini, total jemaah haji Indonesia yang telah diberangkatkan ke tanah suci sebanyak 76.421 orang," kata Juru Bicara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Akhmad Fauzin saat Konferensi Pers, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (28/6/2022), dikutip AKURAT.CO dari laman remi Kemenag

"Sementara, jemaah haji khusus yang telah berada di Tanah Suci sampai hari ini sebanyak 3.065 orang," tambah Akhmad Fauzin

baca juga:

Diketahui, per Selasa (28/6/2022), sebanyak 2.923 jemaah haji Indonesia kembali diberangkatkan. Jemaah tersebut terbagi ke dalam tujuh kelompok terbang (kloter) dan berangkat dari lima embarkasi.

Rinciannya, kloter berangkat dari Embarkasi Jakarta – Bekasi/JKS (820) dan Embarkasi Surabaya/SUB (900). Masing-masing satu kloter dari Embarkasi Palembang/PLM (450), Solo/SOC (360), dan Makassar/UPG (393).

"Terkait data Jemaah sakit sebanyak 93 orang, 79 orang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 14 orang dirawat di RSAS. Dan jemaah wafat di Arab Saudi sampai hari ini sebanyak 14 orang," tandas Akhmad Fauzin.

Berhubung cuaca di Arab Saudi masih panas dengan rata-rata suhu tinggi 45’ Celcius, Akhmad Fauzin mengimbau kepad seluruh jemaah haji Indonesia agar membatasi kegiatan di luar ruangan, jangan menunggu haus untuk minum, dan tidak memaksakan untuk selalu salat di Masjidil Haram.

"Tetap selalu memakai masker ketika berkumpul di ruangan terutama ketika di masjid, baik di Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram," ujar Akhmad Fauzin.

Selanjutnya, ia juga mengimbau kepada jemaah haji Indonesia agar membayar Dam atau denda sesuai dengan aturan yang berlaku di Arab Saudi.

Sebab, dengan mengikuti kebijakan tersebut, jemaah haji Indonesia akan memperoleh banyak kelebihan, di antaranya adalah Bank penerima setoran Dam adalah Lembaga resmi yang ditunjuk pemerintah Kerajaan Arab Saudi sehingga akuntablitas kinerjanya bisa dipertanggungjawabkan.[]

Sumber: Kemenag