Olahraga

Pembatalan Olimpiade Tokyo di Detik Akhir Masih Memungkinkan

Sejak 2 Juli lalu, sudah ada sekitar 67 orang yang terpapar Covid-19 di perkampungan atlet Olimpiade Tokyo 2020 - termasuk atlet, ofisial, dan jurnalis.


Pembatalan Olimpiade Tokyo di Detik Akhir Masih Memungkinkan
Dalam foto ini, warga yang memakai masker berjalan melewati patung Cincin Olimpiade di Tokyo, Kamis ( 8/7) (hinji Kita/Kyodo News via AP)

AKURAT.CO, Salah satu pemimpin Komite Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020, Toshiro Muto, mengisyaratkan bahwa pembatalan pesta olahraga terbesar di dunia tersebut di menit-menit akhir masih memungkinkan.

Kemungkinan ini terbuka setelah sejumlah atlet dinyatakan positif virus corona (Covid-19) dan sejumlah sponsor berencana tidak menghadiri upacara pembukaan di Stadion Nasional, Tokyo, Jepang, Jumat (23/7).

“Kita tidak bisa memprediksi apa yang bakal terjadi dengan jumlah kasus virus corona. Jadi, kami akan terus berdiskusi jika ada lonjakan kasus,” kata Muto sebagaimana dipetik dari Channel News Asia.

“Kami telah setuju bahwa berdasarkan situasi virus corona, kami akan mengadakan pembicaraan lima pihak lagi. Pada titik ini, kasus virus corona mungkin naik atau turun, jadi kami akan memikirkan soal apa yang harus kami lakukan ketika situasinya meningkat.”

Sejauh ini, sebanyak 67 orang yang terdiri dari atlet, ofisial, dan pekerja media dikabarkan telah terpapar Covid-19. Salah satu lokasinya adalah area pokok tempat para atlet tinggal selama perhelatan di perkampungan atlet di Tokyo.

Presiden Komite Penyelenggara Olimpiade Tokyo, Seiko Hashimoto, mengakui bahwa dukungan publik negaranya terhadap penyelenggaraan pesta olahraga terbesar di dunia tersebut turun. Namun, Hashimoto merasa tindakan keamanan yang baru untuk meyakinkan publik Jepang belum perlu dilakukan.

“Saya ingin minta maaf dari harti saya atas akumulasi frustrasi dan kekhawatiran yang publik rasakan terhadap olimpiade,” ucap Hashimoto.

Olimpiade Tokyo 2020 yang bakal dihelat pada 23 Juli-8 Agustus mendatang sebenarnya adalah olimpiade tunda dari jadwal semula pada tahun lalu. Penundaan terpaksa dilakukan karena pandemi Covid-19 melanda dunia sejak tahun lalu.

Beberapa bulan menjelang olimpiade, sejumlah jajak pendapat menunjukkan sebagian besar responden warga Jepang menganggap perhelatan tidak perlu digelar. Adapun para ahli telah mengingatkan sejak Maret lalu bahwa Jepang tidak bisa mengatasi peningkatan kasus dengan ribuan orang yang datang ke negeri mereka.

Salah satu kekhawatiran adalah karena Jepang terhitung lambat dalam melaksanakan program vaksinasi Covid-19. Saat ini, baru 33 persen dari total warga Jepang yang sudah mendapatkan vaksin dosisi pertama.[]