Ekonomi

Pembangunan Pariwisata Jangan Hanya Fokus ke Infrastruktur Fisik

Subardi menilai, dengan tidak dibangunnya kesadaran pada masyarakat sekitar, maka pariwisata bisa berpotensi menimbulkan gejolak sosial.

Pembangunan Pariwisata Jangan Hanya Fokus ke Infrastruktur Fisik
55,9 persen wisatawan Labuan Bajo adalah turis asing. Oleh karena itu, registrasi online akan jauh lebih aman dalam menekan penyebaran COVID-19 di tanah air (DOK. KEMENPAREKRAF)

AKURAT.CO, Anggota Komisi VI DPR RI Subardi menegaskan bahwa pariwisata bukan hanya berbicara tentang pengembangan infrastruktur fisik seperti dukungan bandara, jalan, hotel, melainkan perlu juga pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berada di wilayah industri pariwisata tersebut.

Dirinya menilai, dengan tidak dibangunnya kesadaran pada masyarakat sekitar, maka pariwisata bisa berpotensi menimbulkan gejolak sosial.

“Di Labuan Bajo ini belum ditumbuhkan bahwa wisata itu bagian dari mereka (masyarakat), hidup mereka itu dari wisata. Jadi mereka belum siap menjadi tuan rumah dari pariwisata," ucapnya melalui lansiran web resmi DPR RI, Jumat (12/8/2022).

baca juga:

Anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI itu menambahkan, semestinya masyarakat lebih banyak dilibatkan dalam pengembangan pariwisata. Dengan begitu, kemajuan pariwisata tidak hanya akan menguntungkan para investor, tetapi juga berdampak pada kemakmuran bagi masyarakat yang berada di wilayah pariwisata tersebut.

“Dari kulturnya, budayanya. Dalam pariwisata itu budaya dijual. Dan di Labuan Bajo belum, sehingga ada jarak antara investor dengan masyarakat setempat dalam menikmati adanya pariwisata di sini," ujar Subardi.

Selain itu, Subardi juga mendorong penguatan sinergi pada seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mengembangkan sektor pariwisata, baik pada transportasi, hotel, infrastruktur dan sebagainya.

"Jadi tidak jalan sendiri-sendiri. Maka dari sanalah akan terwujud tujuan nasional kita bagaimana mengembangkan lima destinasi wisata prioritas itu menjadi bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat," terang Subardi.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Muhammad Sarmuji juga menyampaikan dorongan agar fasilitas pariwisata di Labuan Bajo ini lebih ditingkatkan sehingga menjadi pariwisata yang premium.

“Karena bagaimanapun ini sangat memungkinkan sekali, potensi alamnya luar biasa indah. Tapi dengan kondisi sekarang, saya meyakini orang hanya tinggal di Labuan Bajo dua sampai tiga hari saja. Tapi kalau fasilitasnya lebih ditingkatkan, orang akan lebih lama lagi berada di sini dan lebih banyak membelanjakan uangnya,” tandas politisi Partai Golkar itu.[]

Sumber: DPR RI