Ekonomi

Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Alami Kendala, Mengapa ?

Pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) masih menemui banyak kendala.


Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Alami Kendala, Mengapa ?
Sejumlah pekerja menyelesaikan pemasangan girder box di pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Jatibening, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/6/2022). (ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah)

AKURAT.CO  Pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) masih menemui banyak kendala. Baru-baru ini China Development Bank (CDB) meminta agar pemerintah Indonesia menutup pembengkakan biaya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Memang beberapa waktu lalu disampaikan adanya permasalahan cost over run. Tentang cost over run ini setahu saya masih dibahas karena ada permintaan agar cost over run ini juga dicover oleh pemerintahan Indonesia," kata Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (26/7/2022) kemarin.

Bengkaknya biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung karena molornya dari target awal yang dicanangkan 2019. Nyatanya sampai 2022 saat ini, pembangunan masih tetap berjalan.

baca juga:

Melalui lansiran detikcom, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung awalnya diestimasi hanya memakan biaya sebesar USD 5,5 miliar, kemudian membengkak jadi USD 5,8 miliar dan meningkat lagi jadi USD 6,07 miliar. Saat itu ditargetkan pembangunannya bisa selesai 2019.

Terbaru, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung diperkirakan ada pembengkakan biaya lagi mencapai USD 1,176-1,9 miliar, menjadi maksimal USD 7,97 miliar.Jika sudah selesai nanti, Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan membentang sepanjang 142,3 kilometer (km) dengan menghubungkan 4 stasiun yakni Stasiun Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur, Karawang, Walini dan Tegalluar. Jika menempuh perjalanan langsung diperkirakan hanya butuh waktu 36 menit.

Terbaru, Kereta Cepat Jakarta-Bandung ditargetkan akan diujicobakan pada November 2022 ini. Jokowi bersama Presiden China Xi Jinping akan menjajalnya sekaligus menghadiri agenda G20 di Bali.Meski begitu, Kereta Cepat Jakarta-Bandung belum akan dibuka untuk umum tahun ini.

Masyarakat ditargetkan baru bisa menjajalnya pada Juni 2023.

"Yang kita harapkan nantinya di akhir tahun 2022 ini sudah bisa di uji coba dan kemudian pada bulan Juni 2023 bisa kita operasionalkan," kata Jokowi saat meninjau tunnel 2 di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (17/1/2022).