Olahraga

Pembalap sekarang Terlalu Damai, Lorenzo Sebut Balapan Kurang Seru

Jorge Lorenzo mengataku menghadapi situasi sulit secara mental ketika pertama kali masuk ke Yamaha pada 2008 dengan Valentino Rossi sebagai rekan setim.

Pembalap sekarang Terlalu Damai, Lorenzo Sebut Balapan Kurang Seru
Eks juara dunia MotoGP, Jorge Lorenzo, di sela Grand Prix Belanda 2022 di Assen, Belanda, Juni silam. (TWITTER/Jorge Lorenzo)

AKURAT.CO, Terlepas dari baik-buruk, eks pembalap MotoGP juara dunia lima kali, Jorge Lorenzo, mengatakan bahwa pacuan hari ini “kurang” dari segi ketajaman rivalitas. Pembalap asal Spanyol itu menyebut bahwa para pembalap hari ini lebih bersahabat ketimbang beberapa tahun lalu terutama ketika dia masih aktif.

“Sekarang seluruh pembalap tampaknya berteman,” kata Lorenzo sebagaimana dipetik dari Crash.

“(Fabio) Quartararo tidak bicara dengan (Fransesco) Bagnaia seperti saya berbicara dengan (Valentino) Rossi. Pecco (sapaan Bagnaia) tidak bicara dengan Jorge Martin seperti Rossi bicara dengan (Casey) Stoner. Hari ini, mereka semua berhubungan baik.”

baca juga:

Lorenzo menduga situasi tersebut dipengaruhi oleh citra di media sosial di mana pembalap mesti menunjukkan kesan positif untuk mendapatkan lebih banyak pengikut. Di sisi lain, penggemar sebenarnya butuh ketegangan verbal dan non-verbal di luar sirkuit untuk mendapatkan sensasi persaingan.

“Saya punya respek besar untuk seluruh pembalap, tetapi perang yang kejam selalu membakar penggemar,” ucap Lorenzo.

“Saya memikirkan tatapan tajam (Sete) Gibernau ke Valentino di Jerez 2015, pertarungan Rossi dan Stoner atau Rossi dan (Max) Biaggi. Rivalitas seperti itu ada di udara. Di Formula One juga sama, di mana ada rivalitas Lewis Hamilton versus Max Verstappen, atau Verstappen versus (Charles Leclerc), kusut.”

Secara khusus, Lorenzo menyoroti persaingannya bersama Rossi ketika masih sama-sama membalap untuk Yamaha. Masuk ke Yamaha pada 2008 bersama Rossi sebagai rekan setim yang ketika itu adalah pembalap paling favorit, Lorenzo mengatakan bahwa ia menghadapi situasi sulit secara mental.

“Itu sulit. Tanpa kepribadian saya yang kuat, barangkali saya sudah kalah secara psikologis karena Valentino paling diperhatikan. Semua orang mencintai dia, dan ini membuat Anda merasa sangat kecil,” kata Lorenzo.

Lorenzo akhirnya bisa mengatasi kebesaran Rossi di musim ketiganya bersama Yamaha ketika ia meraih gelar juara dunia pertama musim 2010. Ia kembali meraihnya pada 2012 kemudian menang lagi pada 2015 yang melibatkan perseteruan tajam Marc Marquez dan Rossi.

“Mengalahkan Rossi dengan motor yang sama memberikan saya kepuasan dan popularitas yang besar,” kata Lorenzo.[]