News

Pembagian Sembako Picu Kerumunan, Antrian Ojol Mengular di Kelapa Gading

Sebuah video  kerumunan driver ojek online tersebar luas di media sosial twitter pada Sabtu (31/7/2021).


Pembagian Sembako Picu Kerumunan, Antrian Ojol Mengular di Kelapa Gading
Antrean pengemudi ojol (Hasil tangkapan layar)

AKURAT.CO, Sebuah video viral menunjukkan kerumunan driver ojek online tersebar luas di media sosial twitter pada Sabtu (31/7/2021). Video itu diunggah akun @ini803D1. Akun ini menyebut kerumunan itu terjadi di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara. 

"Jauh-jauh kalian dari Kelapa Gading ya ..Rusak tar perform klean," kata akun itu pada keterangan video yang diunggah sebagaimana dikutip AKURAT.CO

Pada kolom komentar sejumlah pengguna twitter menanyakan penyebab kerumunan tersebut. Si pengunggah pun memberi jawaban.  Dia bilang kerumunan itu terjadi karena pesanan pelanggan yang meminta para driver mengambil bantuan sembako secara online.

"Sembako online. Penerimanya pada pesen Gojek buat ambil. Yang di lokasi udah ditutup polisi .Tapi orderan masih nambah terus. Karena yang order ga tau/ ga mau tau kondisi lapangan,"  kata akun @ini803D1 memberi penjelasan.

Dari video yang diunggah terlihat ratusan pengemudi ojek online berkerumun tanpa menghiraukan jarak aman.

Mereka bahkan mengantri hingga ke bahu jalan padahal tujuan pembagian sembako online ini adalah menghindari kerumunan, justru cara ini memicu kerumunan.

Dalam video itu ada sejumlah polisi juga sudah terlihat berada di lokasi, anggota polisi itu terlihat berusaha mengurai kemacetan imbas kerumunan tersebut.

"Ini masih masuk lagi nih orderan," teriak salah satu pengojek dalam rekaman video itu.

Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta, Arifin yang dikonfirmasi AKURAT.CO untuk mengklarfikasi video tersebut belum menjawab panggilan telpon. Nomor kontak selularnya beberapa kali dihubungi tapi berada diluar jangkauan.

Begitu juga dengan Kepala Satpol PP Jakarta Utara, Yusuf Madjid yang dikonfirmasi terkait hal ini juga tak merespon ketika ditelepon.

Hingga berita ini ditulis Yusuf Madjid juga belum membaca pesan singkat yang dikirim via whatsApp.

Perlu diketahui Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini sedang gencar menerapkan protokol kesehatan pada Penerapan PPKM level 4 yang berlaku sekarang ini. Bahkan pengunjung rumah makan saja sampai diwajibkan membawa kartu vaksinasi jika ingin makan di tempat.

Gubernur Anies Baswedan meminta masyarakat untuk ketat menerapkan protokol kesehatan sebab ancaman ledakan Covid-19 masih mengintai di tengah melandasinya kasus pada ledakan gelombang kedua sekarang ini.

"Tapi saya ingatkan juga hati-hati ini belum selesai kita belum menang. Kasus aktif walaupun sudah jauh lebih rendah daripada awal, ini masih tetap tinggi masih ada sekitar 3.000 kasus baru setiap hari walaupun yang sembuh sudah jauh lebih banyak dan kita positivity ratenya 15 persen, kita harus mencapai fase ideal di bawah 5 persen," kata Anies di akun youtube Pemprov DKI Sabtu (31/7/2021).[]