News

Pemakaian Oksigen RSUD Yogyakarta Meningkat, Pemasok Batasi Pasokan

Minimnya kiriman membuat persediaan oksigen di RSUD Kota Yogyakarta habis hanya dalam 6 hari saja


Pemakaian Oksigen RSUD Yogyakarta Meningkat, Pemasok Batasi Pasokan
Pekerja memasukan oksigen kedalam tabung di agen isi ulang Tiga Saudara kawasan Joglo Raya, Jakarta Barat, Kamis (18/6/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Pemakaian oksigen untuk penanganan pasien COVID-19 di RSUD Kota Yogyakarta meningkat secara signifikan. Sementara pasokan dari suplier mulai dibatasi.

Direktur RSUD Kota Yogyakarta Ariyudi Yunita mengatakan, kebutuhan oksigen cair kian berlipat seiring kenaikan kasus COVID-19 belakangan. Namun, dikatakannya, stok oksigen masih cukup terjaga.

Yunita menjelaskan pasokan dari suplier yakni PT. Samator masih terus mengalir sejauh ini. Walaupun jumlahnya lebih sedikit dari sebelumnya.

"Biasanya Samator itu mengirimkan harusnya per bulan kadang-kadang cuma sekali. Tapi karena tren kasus meningkat, jadi mengirimkan seminggu sekali karena kebutuhan akan oksigen," kata Yunita.

Dijelaskannya, kuantitas oksigen kiriman mingguan tak sebanyak yang dikirimkan secara bulanan. Dikarenakan Samator harus membagi persediaan dengan rumah sakit lain selain RSUD Kota Yogyakarta, yang juga mengalami kenaikan pemakaian oksigen.

"Semua rumah sakit dibagi tapi tidak full," imbuh Yunita.

Minimnya kiriman membuat persediaan oksigen di RSUD Kota Yogyakarta habis hanya dalam 6 hari saja. Namun, Yunita menyebut PT Samator bersedia mencarikan barang dari daerah lain guna menambal kekurangan rumah sakit di DIY.

"Kalau itu memang mendesak, akan dilarikan ke sana. Mereka (suplier) menjamin semua akan terlayani, tapi tidak full," tegas Yunita.

Baca Juga: Menipis, Stok Oksigen Pasien COVID-19 di Bantul Mulai Kembang Kempis

RSUD Kota Yogyakarta sendiri memiliki tujuh unit tempat tidur untuk pasien COVID-19 bergejala berat atau critical. Semua difasilitasi dengan ventilator penunjang pernapasan pasien.

"Kita ada dua, oksigen liquid dan sentral. Paling banyak membutuhkan oksigen itu paisen yang sudah di ICU atau yang critical, membutuhkan oksigen paling tinggi," pungkasnya.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co