Olahraga

Peluang Tim Bulutangkis Indonesia di Mata Alan Budikusuma

Seluruh sektor berpeluang sumbang medali.


Peluang Tim Bulutangkis Indonesia di Mata Alan Budikusuma
Alan Budikusuma saat berhasil meraih medali Olimpiade Barcelona 1992 (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 cabang bulu tangis nomor tunggal putra, Alan Budikusuma menilai peluang tim bulu tangkis Indonesia untuk meraih medali pada Olimpiade Tokyo 2020 masih sangatlah besar.

Dari tujuh wakil yang tampil pada seluruh sektor, wakil Indonesia belum ada yang tersingkir. Bahkan sudah ada empat wakil yang mengamankan tempat di babak perempat final.

“Kalau saya melihat, peluangnya masih banyak di seluruh sektor, termasuk tunggal putri. Peluang masih terbuka untuk siapapun, yang penting mereka bisa menjunjukkan performa terbaik saat bertanding,” jelas Alan saat dihubungi Akurat.co.

Mengomentari peluang nomor tunggal putra, suami Susy Susanti itu menilai baik Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting pasti sudah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk menutupi kekurangan dan kelemahan seperti saat penampilan terakhir di Thailand pada Januari lalu.

“Pertandingan terakhir di Thailand penampilan dua pemain terbaik kita Jonatan dan Ginting performanya saya rasa tidak jelek. Memang mereka kan kalah dari unggulan,” kata pebulutangkis yang pernah mengantarkan Indonesia meraih Piala Thomas pada 1996 itu.

“Mudah-mudahan di Olimpiade ini persiapan mereka sudah lebih baik dari sebelumnya, itu saja sebenarnya. Tahun ini juga sulit karena pertandingan tidak banyak. Terakhir di All England mereka juga tidak bertanding, padahal itu seharusnya menjadi uji coba terakhir.”

Indonesia masih berpeluang menambah wakil ke babak knock-out pada nomor tunggal putra lewat Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting dan nomor tunggal putri lewat Gregoria Mariska Tunjung.

Empat wakil Indonesia sudah berhasil mengamankan tempat di babak perempat final. Mereka adalah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan pada nomor ganda putra, Greysia Polii/Apriyani Rahayu pada nomor ganda putri dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti pada nomor ganda campuran.[]