Ekonomi

Peluang Ekonomi Besar, tapi Indeks Literasi Digital Netizen Indonesia Rendah

Masyarakat harus lebih memiliki pemahaman akan nilai-nilai Pancasila sehingga dampak negatif internet dapat diminimalisir.

Peluang Ekonomi Besar, tapi Indeks Literasi Digital Netizen Indonesia Rendah
Ilustrasi literasi digital (pixabay.com/geralt)

AKURAT.CO, Dari total 277,7 juta penduduk Indonesia sebanyak 204,7 juta telah menggunakan internet. Sementara sebanyak 191 juta pengguna di antaranya sudah aktif di media sosial. Akses informasi begitu mudah, tanpa batasan waktu dan tempat untuk mengakses informasi dan berkomunikasi.

"Kalau kita bisa memanfaatkannya dengan baik akan luar biasa. Kita gampang banget membuat edukasi, pasar untuk e-commerce juga semakin luas. Tetapi jangan lupa di balik itu ada tantangan-tantangan," kata Anggota Tular Nalar Guru Lansia dan Koordinator Wilayah Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Astin Meiningsih saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur pada Rabu (10/8/2022).

Ia pun mengatakan, siapa pun bisa mengakses semua informasi tanpa membedakan latar belakang ekonomi maupun pendidikan. Semua orang juga lebih mudah berekspresi, menyuarakan ide gagasan, kritik dan saran. Peluang ekonomi pun lebih besar dengan penjualan online. Akan tetapi saat ini indeks literasi digital masyarakat Indonesia terbilang masih sedang dan perlu peningkatan.

baca juga:

Oleh karena perkembangan Teknologi Informasi Komputer (TIK) yang pesat tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital.

Masih ada berbagai tantangan yang harus dihadapi seperti mengaburnya wawasan kebangsaan dan kurang mencintai budaya bangsa sendiri. Menipisnya kesopanan dan kesantunan, serta menghilangnya budaya Indonesia karena media digital digunakan sebagai panggung bagi budaya asing.

Menurutnya, masyarakat harus lebih memiliki pemahaman akan nilai-nilai Pancasila terkandung di dalamnya nilai budi pekerti luhur. Nilai yang sesuai dengan jati diri bangsa, seperti cinta kasih, kesetaraan, toleransi, nilai harmoni mengutamakan kepentingan bangsa, saling menghargai serta gotong-royong. Jika pemahaman ini diaplikasikan dalam kehidupan digital, maka dampak negatif internet dapat diminimalisir.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Tulungagung, Jawa Timur, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya antara lain Anggota Tular Nalar Guru Lansia dan Koordinator Wilayah Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Astin Meiningsih, Presenter AMTV Media PBNU Jatim, Ika Chairani, serta Relawan TIK Jember, Guntur Rahmatullah. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun instagram @Siberkreasi dan @literasidigitalkominfo.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi