Ekonomi

Pelni Perketat Penerapan Protokol Kesehatan Pasca Larangan Mudik

PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) memperketat penerapan protokol kesehatan di seluruh armada Pelni pada periode pascapeniadaan mudik


Pelni Perketat Penerapan Protokol Kesehatan Pasca Larangan Mudik
Petugas menaiki motor peserta mudik gratis naik kapal laut ke KM Camara Nusantara 2 di Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/6). Pada program mudik gratis ke Semarang pulang pergi ini, PT Pelni (Persero) mengoperasionalkan enam kapal KM Sabuk Nusantara untuk mengangkut 2.502 pemudik dan tiga kapal KM Camara Nusantara untuk mengangkut 1.179 motor pemudik dengan cara konvoi. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

AKURAT.CO PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) memperketat penerapan protokol kesehatan di seluruh armada Pelni pada periode pascapeniadaan mudik.

Pjs Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Opik Taufik menyampaikan bahwa perpanjangan periode ini khusus bagi pelaku perjalanan antardaerah di dalam Pulau Sumatera dan perjalanan dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa.

“Kami akan memperketat protokol kesehatan di atas kapal Pelni. Berkas untuk syarat perjalanan juga kami lakukan verifikasi dengan teliti sesuai prosedur perusahaan terutama untuk perjalanan di Pulau Sumatera dan perjalanan dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa,” kata Opik dilansir dari Antara, Rabu (26/5/2021).

Opik mengatakan sesuai Addendum SE Kasatgas Nomor 13 Tahun 2021, periode pasca masa peniadaan mudik yang semula berakhir pada 24 Mei 2021 diperpanjang hingga 31 Mei 2021.

Dalam kebijakan itu, pembatasan perjalanan akan tetap diberlakukan bagi pelaku perjalanan di Pulau Sumatera dan pelaku perjalanan dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa yaitu dengan melampirkan hasil negatif melalui pemeriksaan RT PCR/Rapid Test Antigen atau GeNose C19 dengan hasil 1x24 jam.

“Khusus untuk pelaku perjalanan pada daerah lainnya, syarat perjalanan dengan Kapal PELNI kembali berlaku hasil tes negatif Rapid Antigen dan RT-PCR yang dilakukan maksimal 3x24 jam sebelum jadwal keberangkatan Kapal. Untuk hasil tes negatif GeNose C19 tetap maksimal 1x24 jam sebelum jadwal keberangkatan,” ungkapnya.

Opik mengemukakan Pelni telah membuka kembali layanan penjualan tiket secara daring melalui website resmi dan PELNI Mobile Apps, contact center 162, travel agent, dan mitra penjualan tiket.

“Kami sudah mengaktifkan semua saluran penjualan tiket untuk kembali mengakomodir pelanggan kami sejak berakhirnya masa peniadaan mudik yaitu pada 18 Mei 2021,” ujar Opik.

Pelni mencatat pada masa pengetatan pra mudik periode 22 April - 5 Mei 2021, Pelni telah melayani 63.535 penumpang dengan kapal penumpang dan 24.134 penumpang dengan kapal perintis.

Sumber: Antara