News

Pelecehan Seksual di Kereta: KAI Blacklist Pelaku, Imbau Penumpang Segera Lapor

PT Kereta Api Indonesia memberikan imbauan kepada penumpang agar sama-sama melawan segala tindak pelecehan seksual di area stasiun maupun di dalam gerbong.


Pelecehan Seksual di Kereta: KAI Blacklist Pelaku, Imbau Penumpang Segera Lapor
PT KAI blacklist pelaku pelecehan seksual dan imbau penumpang agar lawan tindak pelecehan seksual (KAI.ID)

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan imbauan kepada penumpang agar bersama-sama melawan segala tindak pelecehan seksual di area stasiun maupun di dalam gerbong. 

Dalam cuitannya di akun Twitter @KAI121, PT KAI mengimbau kepada para penumpang yang melihat atau mengalami pelecehan, agar segera melakukan beberapa tindakan.

Setidaknya, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan penumpang yang melihat atau menjadi korban pelecehan di area kereta api yang dianjurkan KAI.

baca juga:

Penumpang diminta tetap tenang saat menjadi korban atau melihat pelecehan seksual di atas kereta atau di stasiun. Kemudian, penumpang diimbau segera melaporkan ke pihak KAI.

Adapun untuk kejadian di atas gerbong, penumpang bisa melaporkannya melalui nomor kondektur yang tertera di ujung kabin atau gerbong masing-masing kereta.

Tidak hanya itu, penumpang yang melihat atau menjadi korban tindak pelecehan seksual juga bisa melaporkannya melalui direct message (DM) atau pesan ke media sosial KAI121.

PT KAI memastikan, pihaknya akan segera melakukan tindakan terhadap laporan yang diberikan penumpang. Hal tersebut, menurut KAI, merupakan bentuk komitmen perusahaan pelat merah ini dalam mencegah terjadinya pelecehan seksual di area stasiun atau di atas kereta.

Sebelumnya, PT KAI juga telah memberi hukuman kepada penumpang yang diduga melakukan tindak pelecehan seksual. Dalam siaran pers yang dikeluarkan PT KAI, pelaku diberi hukuman berupa blacklist sebagai penumpang. Artinya, pelaku tersebut kini tidak bisa lagi menggunakan jasa kereta api.

Tidak hanya itu, sebagai upaya pencegahan terjadinya pelecehan seksual di area stasiun dan gerbong, PT KAI juga mengatakan akan meningkatkan pengawasan dan pengamanan. Hal tersebut sebagaimana disampaikan EVP Corporate Secretary KAI, Asdo Artriviyanto, dalam siaran persnya.

"Semoga berbagai langkah yang KAI lakukan dapat terus memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan selama menggunakan layanan KAI," ujar Asdo.[]