Olahraga

Pelatih: Joshua Harus Pintar, Jangan Cari Menang KO Lawan Usyk

Anthony Joshua bakal menghadapi Oleksandr Usyk untuk laga kedua di Jeddah Super Dome, Jeddah, Arab Saudi, 20 Agustus 2022.


Pelatih: Joshua Harus Pintar, Jangan Cari Menang KO Lawan Usyk
Juara dunia tinju kelas berat multigelar, Anthony Joshua, dalam sesi latihan menjelang laga menghadapi Kubrat Pulev di London, Inggris, Sabtu (12/12). (TWITTER/Anthony Joshua)

AKURAT.CO, Pelatih Anthony Joshua, Robert Garcia, tak menyarankan petinjunya tersebut naik ring untuk mencari kemenangan KO dalam tarung ulang menghadapi Oleksandr Usyk. Joshua bakal menghadapi Usyk untuk laga kedua di Jeddah Super Dome, Jeddah, Arab Saudi, 20 Agustus 2022.

“Anthony punya tinggi (badan), jangkauan, dan keuntungan tenaga tetapi kami tidak bisa masuk ke sana (ring) berpikir kami bisa mendapatkan KO. Kami harus lebih pintar dan memenangi pertarungan,” kata Garcia sebagaimana dipetik dari Boxing Scene. “Kami tidak tahu bagaimana dan apa yang akan dilakukan Usyk.”

Pandangan ini disampaikan Garcia berkaca pada kekalahan Joshua atas Usyk pada pertarungan pertama di London, Inggris, September tahun lalu. Ketika itu, Usyk menundukkan Joshua dengan kemenangan 12 ronde sekaligus merebut gelar sabuk juara dunia WBA, WBO, IBF, dan IBO.

baca juga:

“Usyk mungkin datang dan melakukan sesuatu yang berarti kami harus bertinju lebih lagi, Anda tidak pernah tahu tetapi kami akan siap untuk apapun yang akan dibawa oleh Usyk,” kata Garcia.

“Usyk adalah seorang petarung dan juara besar, saya mengenal dia secara pribadi dan seberapa berdedikasinya dia tetapi kami siap untuk membuat AJ (sapaan Joshua) menjadi juara dunia kelas berat untuk ketiga kalinya.”

Pertarungan melawan Usyk akan menjadi laga kedua bagi Joshua untuk merebut sabuk yang lepas dari tangannya. Pada Desember 2019, Joshua mengalahkan Andy Ruiz Jr di Diriyah, Arab Saudi, setelah pada Juni di tahun yang sama Ruiz menjatuhkan Joshua di New York, Amerika Serikat.

Adapun bagi Garcia melatih Joshua adalah tantangan baru baginya. Sebab, selama ini Garcia lebih banyak melatih petinju yang kelasnya di bawah kelas berat dengan kelas menengah sebagai kelas terberatnya.

“Ada beberapa tantangan bagi saya karena sebagian besar petarung saya ada di kelas welter atau di bawahnya. Kelas menengah adalah yang terberat bagi saya. Bekerja dengan orang yang lebih besar dan kuat adalah sebuah tantangan yang harus saya biasakan dan nikmati,” kata Garcia.

“Jika semuanya berjalan baik AJ akan menjadi juara dunia ke-15 bagi saya. Akan menjadi kemenangan besar bagi saya dan juara dunia kelas berat pertama saya.”[]