Olahraga

Pelatih Beberkan Penyebab Windy Cantika Gagal Sumbang Medali

Pelatih Beberkan Penyebab Windy Cantika Gagal Sumbang Medali
Lifter muda Indonesia, Windy Cantika Aisah berhasil merebut medali emas Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior 2022 di Yunani dengan total angkatan 185kg, Selasa (3/5) dini hari WIB. (Twitter.com/IWFnet)

AKURAT.CO, Windy Cantika Aisah gagal menyumbangkan medali untuk kontingen Indonesia di SEA Games Hanoi 2021. Lifter andalan Merah Putih itu hanya mampu menyelesaikan dua angkatan pada kategori snatch kelas 49 kilogram putri.

Bagi Windy, ini bukanlah hasil yang bagus. Terlebih, lifter cantik itu merupakan peraih medali emas kelas 49kg putri di SEA Games edisi sebelumnya di Manila, Filipina pada 2019 lalu.

Pelatih Kepala Angkat Besi Indonesia, Dirdja Wihardja mengatakan, kegagalan Windy di SEA Games Hanoi 2021 dapat dimengerti. Sebab, lifter yang juga baru saja meraih medali emas dalam Kejuaraan Dunia Junior 2022 di Heraklion, Yunani pada 2-10 Mei lalu itu mengalami cedera.

baca juga:

"Iya benear, Windy cedera. Jadi pas dia mau tanding itu, saat pemanasan clean and jerk, alami cedera," kata Dirdja ketika ditemui Akurat.co di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), Selasa (24/5) pagi WIB.

Meski demikian, cedera yang dialami oleh Windy tidak begitu parah. Bahkan, menurut Dirdja, lifter berusia 19 tahun itu sudah mulai kembali berlatih lagi.

"Tapi nggak begitu parah. Kemarin Windy sudah coba latihan lagi sedikit-dikit," terang dia.

Windy sebenarnya memulai lomba di final kelas 49 kg putri dengan baik. Dia mampu mengangkat beban kategori snatch sebesar 82 kg pada percobaan pertama. Windy kemudian menambah bebannya empat kilogram pada kesempatan dan berhasil diangkat.

Pada percobaan ketiga, Windy kembali menambah bebannya menjadi 88 kg. Sayang, lifter asal Bandung itu gagal mengangkat angkatan tersebut sehingga harus mengakhiri kategori snatch dengan 86 kg.

Setelah jeda usai kategori snatch, lomba kemudian beralih ke clean and jerk. Dalam kategori tersebut, Windy memulainya dengan beban 100 kg pada percobaan pertamanya.