News

Pelapor Roy Suryo Jalani Pemeriksaan Sebagai Saksi di Polda Metro Jaya

Herna mengatakan pihaknya membawa 2 orang saksi dan juga sejumlah barang bukti tambahan. 


Pelapor Roy Suryo Jalani Pemeriksaan Sebagai Saksi di Polda Metro Jaya
Pelapor Roy Suryo, Kurniawan Santoso bersama kuasa hukumnya, Herna Sutana  mendatangi Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus meme stupa Candi Borobudur.  (AKURAT.CO/Anisha Aprilia)

AKURAT.CO, Pelapor Roy Suryo, Kurniawan Santoso bersama kuasa hukumnya, Herna Sutana mendatangi Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus meme stupa Candi Borobudur. 

"Hari ini kami agendanya pemeriksaan pelapor dan juga saksi. Jadi kami akan kasih keterangan terkait masalah laporan dari perwakilan umat Budha Nusantara," ujar Herna kepada wartawan, Selasa (28/6/2022). 

Dalam pemeriksaan ini, Herna mengatakan pihaknya membawa 2 orang saksi dan juga sejumlah barang bukti tambahan. 

baca juga:

"Ada beberapa bukti tambahan yang kami juga sudah kumpulkan lebih lengkap lagi. Semua dalam bentuk hardcopy dan bentuk softcopy itu aja," kata Herna.

Kendati demikian, Herna tidak menjelaskan secara detail terkait barang bukti apa yang dibawanya untuk diserahkan kepada penyidik. 

Sebelumnya, sejumlah perwakilan umat Buddha melaporkan Pakar Telematika Roy Suryo ke Polda Metro Jaya pada Senin (20/6/2022). 

Kuasa hukum perwakilan umat Budha, Herna Sutana berharap laporannya diproses secara beriringan dengan laporan yang dilayangkan oleh Roy Suryo pada Rabu (16/6/2022) lalu. 

"Ini harus berjalan beriringan. Karena apa yang kami laporan ini bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi ini kepentingan umat," kata Herna.

Herna menyatakan akan menyerahkan proses hukum ini kepada pihak kepolisian meski Roy Suryo telah meminta maaf dan menghapusnya. 

"Menghapus itu bukan berarti masalah selesai. Kalau yang bersangkutan minta maaf ini bukan kami yang memutuskan. Kalau kita bicara Patung Budha itu simbol agama umat Budha seluruh dunia. Kami serahkan itu kepada proses hukum," lanjutnya. 

Ia menegaskan laporan yang dibuatnya di Polda Metro Jaya bukan karena terprovokasi dari buzzer. Sebab pelaporan yang dilakukan oleh kliennya tidak terkait dengan adanya pendengung atau buzzer di media sosial yang disebut-sebut hendak menyudutkan Roy Suryo.

"Saya membaca informasi yang bersangkutan mengatakan, bahwa katanya seolah-olah kami ini terprovokasi," ujar Herna kepada wartawan, Senin (20/6/2022)

"Ini murni kami lakukan sebagai umat buddha yang kami perjuangkan mengenai kehormatan, harga diri, atau martabat dan marwah agama kami yang dilecehkan," imbuh Herna.

Laporan Herna teregister dengan nomor LP / B / 3042 / VI / 2022 / SPKT / Polda Metro Jaya, tertanggal 20 Juni 2022.

Dalam laporannya, Roy Suryo dipersangkakan dengan Pasal 28 Ayat (2), Juncto Pasal 45A Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

"Kemudian Pasal 156 A Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)," tutup Herna. []