Ekonomi

Pelaku Usaha Tak Keberatan dengan Harga Vaksin Gotong Royong

Kadin: Sebesar 78 persen mengaku tak keberatan dengan harga vaksin di bawah kisaran Rp500 ribu.


Pelaku Usaha Tak Keberatan dengan Harga Vaksin Gotong Royong
Petugas memperlihatkan botol vaksin COVID-19 sebelum menyuntikan kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (28/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan, harga vaksin gotong royong sebesar Rp321.660 per dosis, sudah sesuai dengan aturan dan tak memberatkan pelaku usaha.

Menurutnya, dari survei yang dilakukan pada anggota Kadin dan non Kadin, sebesar 78 persen mengaku tak keberatan dengan harga vaksin di bawah kisaran Rp500 ribu.

"Di survei itu saya masih ingat satu dosis di bawah Rp500 ribu, dan 78 persen dalam range itu. Kemudian sanggup satu dosis 1 juta sampai 1,5 juta jadi range ini sudah sesuai survei dan kemampuan kita," katanya saat konferensi pers virtual, Jakarta, Rabu (19/5/2021).

Ia juga mengatakan, penetapan harga tersebut juga sudah dibahas dengan kalangan usaha, rumah sakit bersama dengan pemerintah bahwa penetapan harga saat ini sudah sesuai kemampuan para perusahaan.

"Ini sudah sesuai kemampuan yang mendaftar ke kami, harga ini sudah sesuai ekspektasi," katanya.

Hingga saat ini, katanya, Kadin mencatat 22.736 perusahaan dengan total 10 juta karyawan mengikuti program vaksinasi gotong royong.

Selain para pelaku usaha besar, Rosan mengatakan, sekitar 7.000 perusahaan ternyata merupakan pelaku UMKM. Menurutnya, animo program vaksinasi gotong royong ternyata disambut juga bagi sebagian UMKM.

Seperti diketahui, pemerintah resmi menetapkan harga pembelian vaksinasi gotong royong sebesar Rp321.660 per dosis dan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp117.910 per dosis. Ini artinya harga satu kali suntik sebesar Rp439.570 per pekerja, dan untuk dua kali vaksin harganya sekitar Rp879.140 per pekerja. 

Penetapan harga itu tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021 tentang Penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Sinopharm Melalui Penunjukan PT Bio Farma (Persero) dalam Pelaksanaan Pengadaan Vaksin COVID-19 dan Tarif Maksimal Pelayanan untuk Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong. Tarif maksimal pelayanan vaksinasi merupakan batas tertinggi untuk pelayanan vaksinasi gotong royong yang dilakukan faskes milik swasta, sudah termasuk marjin 15 persen, dan namun tidak termasuk pajak penghasilan. []