Ekonomi

Pelaku Usaha Merasa Tak Keberatan Ada PPKM Level 3 Selama Nataru

para pelaku usaha memaklumi pemberlakuan PPKM level 3 pada pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022.


Pelaku Usaha Merasa Tak Keberatan Ada PPKM Level 3 Selama Nataru
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani, ketika memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media. (AKURAT.CO/Denny Iswanto)

AKURAT.CO  Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatkan para pelaku usaha memaklumi pemberlakuan PPKM level 3 pada pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022.

Menurutnya hal tersebut dilakuan sebagai langkah antisipasi penyebaran covid 19, pada hari libur. 

"Ini suatu langkah antisipasi mencegah penularan. ini kita bisa memaklumi daripada ditutup sama sekali," kata Hariyadi saat dihubungi, Rabu (1/12/2021).

baca juga:

Selain itu ia mengatakan PPKM level 3 menjelang HKBN juga berbeda dengan PPKM sebelumnya. Dimana aktivitas masyarkat hanya dibatasi sebesar 50 persen. 

Untuk itu ia menilai pengusaha tak begitu keberatan dengan kembali penerapan PPKM level 3 menjelang akhir tahun.

"Level 3 kan ini beda, artinya ini lebih kepada pembatasan 50 persen ini langkah pengendalian cukup bisa memahami situasi dunia usaha," ujarnya.

Seperti diketahui, Menjelang Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, pemerintah bakal menerapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 di seluruh Indonesia. 

Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat, dan sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran virus corona. P

PKM Level 3 di seluruh Indonesia berlaku pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022. Hal ini diterapkan di bawah Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 pada Saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022 (Nataru).

Pemerintah mengeluarkan instruksi menerapkan pembatasan tingkat kunjungan di pusat belanja menjadi 50 persen. 

Meski demikian, jam operasional di pusat perbelanjaan bakal diperpanjang dari awalnya 10.00 sampai 21.00 menjadi pukul 09.00 sampai 22.00 demi menghindari kepadatan pengunjung pada waktu tertentu. Bioskop dan restoran juga diizinkan menerima pengunjung dengan kapasitas maksimal 50 persen.