Ekonomi

Pelaku UMKM Diminta Ubah Mindset Sebagai Pengusaha


Pelaku UMKM Diminta Ubah Mindset Sebagai Pengusaha
Para penjual usaha kecil menengah saat mengikuti pameran UMKM di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Peran usaha mikro, kecil, dan menengah tetap menjadi salah satu harapan dalam menopang pertumbuhan ekonomi. Kemunculan teknologi digital dapat mendorong bisnis mereka tumbuh lebih berkualitas dan dapat merambah ke luar negri dengan sangat cepat. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Salahnya menerapkan mindset dalam kegiatan berbisnis nampaknya hanya akan menjadi penghalang utama dalam memajukan suatu usaha. 

Terutama hambatan dalam skill up dan speed-up yang diterapkan untuk UMKM. Menanggapi fenomena tersebut, President Indonesian Council for Small Business (ICSB) Jacky Mussry menyebutkan salahnya penerapan mindset para pelaku usaha pada akhirnya hanya akan membuat pelaku usaha tersebut tetap stagnan meskipun sudah banyak bantuan dari pemerintah. 

"Kalau kita liat mohon maaf, bantuan pemerintah itu sudah dimana-dimana bahkan ada bantuan lainnya seperti dari BUMN dan juga swasta. Namun saya bertanya kenapa kebanyakan dari para pelaku UMKM itu tidak bisa skill up dan speedup ?," tanyanya dihadapan Komisi VI DPR RI melalui Video Conference di Jakarta, Senin (4/5/2020).

Menurutnya letak permasalahan itu terjadi akibat salahnya mengatur mindset sebagai pengusaha.

"Sebab kalau mindset pengusaha itu ya layaknya ya berusaha bukankah begitu dan melakukan UKMnya itu layaknya sebuah perusahaan, tapi ini tidak terjadi dan bagaimana kok mereka tidak bermindset pengusaha. Sebab kalau mereka punya mindset itu mereka pasti akan punya mindset membayar pajak dong," ucapnya.

Dirinya pun mencontohkan misalnya saja ketika ada pelaku usaha hari ini berjualan pisang di depan rumahnya lalu dapat penghasilan hingga Rp500 ribu. Namun begitu mereka selesai berjualan maka Rp500 ribu tersebut akan dianggap sebagai uangnya sendiri, ini tentu salah. 

"Sebab kalau kita punya mindset sebagai pengusaha, setengah persen uang yang didapatkan akan diputar kembali di UKM dan setengahnya lagi untuk dirinya," ujarnya di hadapan DPR.

Sehingga pada akhirnya banyak para UKM selalu kesulitan di bagian uang dan sebagainya, semestinya para UKM harus disiplin dan memisahkan akun bank UKM maupun akun miliknya sendiri. 

"Ditambah dengan pembukan yang tidak jalan juga, jadi bagaimana dia bisa menghitung produktivitasnya. Dia enggak tau kok asetnya berapa dan apa yang bisa digunakan untuk menciptakan competitivenes dan sebagainya, itu yang hingga sampai saat ini masih menghantui para UKM di Indonesia," paparnya.

Jacky menyatakan sekali lagi skill up dan speed up itu hanya akan jadi wacana bagi para UKM apabila mereka tidak mau bertranformasi.

"Kalau tidak bertranformasi ya mereka akan tetap stagnan, sekali lagi jujur saya melihat bantuan dan fasilitasi yang dikeluarkan oleh pemerintah itu sudah banyak sekali. Namun balik lagi semua itu akan tergantung kepada kalian bagaimana memanfaatkannya," pungkasnya.[]