News

Pelaku Suntik Filler Payudara di Jakbar Ternyata Tak Punya Tempat Praktek

Pelaku Suntik Filler Payudara Abal-abal di Jakbar Ternyata Tak Punya Tempat Praktek


Pelaku Suntik Filler Payudara di Jakbar Ternyata Tak Punya Tempat Praktek
Konferensi pers filler payudara (AKURAT.CO/Miftahul Munir)

AKURAT.CO Tersangka kasus filler payudara palsu berinisial STR alias SR melakukan penyuntikan payudara kepada dua korbannya berinisial T dan D pada bulan Oktober 2020 lalu.

Belakangan terungkap, tersangka tidak memiliki tempat praktek, karena memang pelaku bukanlah seorang dokter.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan, karena tidak memiliki tempat praktek, maka tersangka ini hanya menerima penyuntikan secara panggilan saja. Maka dari itu SR cuma mau menyuntikan filler ke payudara korban di Hotel kawasan Tamansari, Jakarta Barat.

"Usai disuntikan itu kedua korban alami demam dan dari payudara bekas suntikan filler keluarkan nanah inilah yang buat korban laporkan ke Polres metro Jakarta Barat," kata Ady dalam keterangannya Selasa (6/4/2021).

Lama kelamaan, luka pada payudara korban cukup serius dan akhirnya kedua korban harus menjalani perobatan di rumah sakit. Selesai menjalani pengobatan beberapa bulan, akhirnya pada 31 Maret lalu korban baru bisa diperiksa.

"Akhirnya SR ditangkap di rumahnya di kawasan Pondok Pucung, Tangsel berikut BB. Dalam praktek filler payudara ini sangat berbahaya karena apabila ada sisa cairan filler tersangka SR sarankan korban kalau dirasa kurang besar bisa suntik sendiri karena kegiatan medis ini harus yang memiliki spesialisasi," tegas dia.

Dari penangkapan STR ini, akhirnya polisi mengembangkan kasus tersebut dan menangkap ML yaitu penjual cairan filler di Batam. Ada sebanyak 298 botol filler yang disita dari kediaman ML di Batam.

"Setelah lakukan pengecakan bahwa cairan filler ini adalah cairan silikon industri. Ada beberapa jenis silikon tapi dipakai SR silikon industri yang tidak diperbolehkan untuk kesehatan atau kecantikan. Dari pengungkapan masih kami dalami lagi untuk kejar ke beberapa orang demi lengkapi kasus filler payudara ilegal," tutur dia.

Pelaku dikenakan Pasal berlapis Pasal 77 UU No 29 tahun 2004 tetang praktik kedokteran, 198 UU no 36 tentang kesehatan, Pasal 62 ayat 1 Juncto pasal 28 ayat 1 tentang perlindungan konsumen dan Pasal 378 KUHP hukuman 15 tahun penjara.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co