News

Pelaku Suntik Filler Payudara di Jakbar Ternyata Lulusan Sarjana Pertanian

Pelaku Suntik Filler Payudara Ternyata Lulusan Sarjana Pertanian


Pelaku Suntik Filler Payudara di Jakbar Ternyata Lulusan Sarjana Pertanian
Koferensi pers rilis tersangka filler payudara (AKURAT.CO/Miftahul Munir)

AKURAT.CO Tersangka kasus penyuntikan filler payudara berinisial STR alias SR ternyata lulusan Sarjana Pertanian. Wajar saja jika praktiknya salah diterapkan, mengingat ia tidak memiliki keahlian di bidang kesehatan termasuk cara memperbesar payudara wanita.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan, STR hanya belajar menyuntikan secara singkat kepada LC dengan membayar uang sebesar Rp8 juta untuk mendapat sertifikat.

"Dia gak punya latar belakang kedokteran, dia hanya Sarjana Pertanian jadi tidak ada kaitan dengan medis atau kedokteran," tutur Ady Wibowo kepada wartawan di Jakarta, Selasa (6/4/2021).

Sementara itu, Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Barat Dokter Dollar menambahkan bahwa seorang dokter yang ingin buka praktek, harus mengikuti sejumlah aturan mulai dari Undang-undang 29 tahun 2004, UU Kesehatan, UU Rumah Sakit, aturan Kemenkes, aturan IDI, aturan BPJS, dan aturan KUHP serta Perdata.

"Maka saya imbau filler bisa dilakukan oleh dokter JP dan itu harus sudah ikut pelatihan dan itu harus untuk dokter umum atau JP atau spesialis kalau dokter gigi gak bisa," tegas dia.

Sehingga, apa yang dilakukan oleh STR alias SR ini sudah menyalahi semuanya salah satunya tidak ada tempat praktek. Oleh karenanya, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat apabila menemukan praktek kedokteran dan juga kecantikan di hotel segera laporkan karena itu sudah pasti ilegal.

"Misal praktik jelas kalau di jalan itu harus disitu kalau bukan disitu harus lapor ke IDI dan lainnya. Kalau tidak punya izin praktik gimana praktik di hotel. Kalau filler harus dilakukan spesialisasi bedah plastik dari lemak kemudian disuntikan ke payudara nah sudah enam bulan sudah habis biasa lagi," tutup dia.

Sebelumnya, seorang wanita berinisial D mengaku mengalami infeksi pada bagian payudaranya pasca disuntik filler oleh SR yang saat itu mengaku sebagai dokter.

Dampak yang timbul itu membuat korban menjalani operasi payudara demi mengeluarkan cairan filler berbahaya tersebut.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co