News

Pelaku Persetubuhan Remaja di Tangerang Selatan Ditangkap, Begini Kronologi Aksinya

Pelaku dan korban berkenalan lewat media sosial pada 10 Oktober 2021


Pelaku Persetubuhan Remaja di Tangerang Selatan Ditangkap, Begini Kronologi Aksinya
Ilustrasi ditangkap (AKURAT.CO)

AKURAT.CO, Jajaran Satuan Reskrim Polres Metro Tangerang Selatan membekuk seorang pemuda berinisial TDP (19) usai menyetubuhi perempuan di bawah umur berinisial AAL (15).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengatakan kejadian ini  didasari soal hubungan percintaan antara korban dan pelaku yang telah terjalin.

Pelaku dan korban berkenalan lewat media sosial pada 10 Oktober 2021.

baca juga:

"Singkat cerita, setelah saling kenal satu sama lain, TDP lantas minta korban mengirim gambar vulgar dengan iming-iming uang senilai Rp50 ribu," katanya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (28/1/2022).

Lebih lanjut, Zulpan mengatakan keduanya sudah beberapa kali bertemu.

"Total tiga kali mereka bertemu di tempat berbeda. Di Apartemen Green Lake, Jalan Rasuna Said, Ciputat, Tangerang Selatan. Pertemuan terjadi pada 21 Oktober 2021, 20 Desember 2021 dan ketiga 21 Januari 2022. Keduanya melakukan hubungan badan saat bertemu," lanjutnya.

Zulpan menambahkan dalam pertemuan tersebut, pelaku dan korban melakukan hubungan badan layaknya pasangan suami istri.

"Dan dalam pertemuan tersebut ini dilakukan hubungan badan layaknya suami istri namun korban ini kan masih berusia di bawah umur ya," katanya.

Namun, hingga pada akhirnya sang korban meminta pelaku mengakhiri hubungan percintaannya tersebut.

Tak terima diputusin, pelaku memaksa korban untuk mengembalikan semua uang yang telah diberikannya.

"Jika ditotal, jumlahnya mencapai angka Rp1,5 juta. Tapi, korban tidak menyanggupi," tambahnya.

"Akibat dari pernyataan korban yang menyatakan memutuskan hubungan dengan tersangka, ini tersangka tidak terima. Dan ini tidak sanggup dikembalikan oleh korban. Kemudian diturunkan menjadi Rp700 ribu oleh tersangka untuk dikembalikan oleh korban," kata Zulpan.

Tidak sampai situ, pelaku mengancam akan menyebarkan foto vulgar korban jika tidak disanggupi.

Korban pun menjadi panik, kemudian bercerita ke guru di sekolahnya pada 24 Januari 2022 lalu. Guru itu lantas memanggil orang tua korban dan menceritakan semuanya hingga akhirnya membuat laporan polisi. Atas dasar ini, polisi langsung melakukan pengusutan. Pelaku pun kini telah ditahan.

Atas kasus ini, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa baju yang digunakan korban pada saat kejadian, dua unit ponsel genggam milik korban dan tersangka. 

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perpu Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana minimal 5 tahun dan paling lama 15 tahun.[]