News

Pelaku Bom Polsek Astana Anyar Mantan Napi Kategori High Risk

Pelaku Bom Polsek Astana Anyar Mantan Napi Kategori High Risk
Ilustrasi. (AKURAT.CO)

AKURAT.CO Direktorat Jenderal Pemasyarakattan Kementerian Hukum dan HAM mengamini pelaku bom bunuh diri di Polsek Asatana Anyar, Kota Bandung, adalah mantan narapidana kasus terorisme. Pelaku merupakan napi dengan kategori berbahaya.

"Yang bersangkutan memang pernah menjadi narapidana di lapas super maksimum untuk narapidana kategori high risk di lapas super maksimum Nusakambangan," kata Kabag Humas dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan, Rika Aprianti, di Jakarta, Rabu (7/12/2022).

Dia mengungkapkan, pelaku tersebut menghirup udara bebas sejak 14 Maret 2021. Pelaku diketahui mendekam di balik jeruji besi selama empat tahun dalam tindak pidana terorisme.

baca juga:

"Sudah hampir dua tahun yang lalu yang bersangkutan bebas dari Lapas Super Maksimum Pasir Putih, Nusakambangan," ujar Rika.

Sebelumnya, kepolisian memperbarui jumlah korban jiwa akibat bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar. Tambahan satu korban meninggal dari pihak polisi. 

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, menyebut total ada delapan korban dari anggota polisi. 

"Update korban peristiwa bom bunuh diri TKP Polsek Astana Anyar dari anggota Polri, satu orang meninggal dunia, tiga luka berat dan empat luka ringan," katanya. 

Sementara, dari masyarakat sipil terdapat satu korban luka ringan, sehingga total ada dua korban jiwa termasuk pelaku itu sendiri.