News

Pelaksanaan Kampanye di Kampus Harus Bersih dari Intervensi

Pelaksanaan Kampanye di Kampus Harus Bersih dari Intervensi
Anggota Komisi II DPR Guspardi Gaus saat menjadi pembicara dalam Diskusi Dialektika Demokrasi di Media Center, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (23/6/2022). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus menilai gagasan atau wacana melakukan kampanye di lingkungan kampus boleh saja dilakukan selama memberikan ruang yang sama bagi semua peserta Pemilu 2024.

Dia mengatakan, pelaksanaan kampanye di lingkungan kampus mesti ada sejumlah ketentuan dan mekanisme yang mesti dipenuhi dan diatur secara komprehensif.

"Jangan sampai menimbulkan dinamika dan memicu konflik antara kampus dengan partai, atau sesama partai. Apalagi menimbulkan keruwetan," ujar Guspardi kepada wartawan, Selasa (26/7/2022).

baca juga:

Menurutnya, wacana berkampanye di kampus bisa menjadi media edukasi sekaligus dapat menjadi ajang adu gagasan dalam menyampaikam visi dan misi di hadapan para civitas akademika.

"Juga dapat dijadikan sarana untuk menguji kemampuan setiap kontestan di arena intelektual, baik sebagai calon eksekutif maupun anggota legislatif Kampus sebagai wahana yang baik untuk menguji kapasitas calon," tuturnya.

Sebab, kata Guspardi, warga kampus termasuk kelompok kritis sehingga bisa menguji kualitas ataupun program yang dijanjikan para calon.

"Dan diharapkan akan dapat menciptakan kampanye yang lebih berkualitas karena masuk di kalangan akademisi," ulas Politisi PAN ini.

Di samping itu, Guspardi mengingatkan, pelaksanaan kampanye di lingkungan kampus harus bersih dari intervensi. Terutama dari pihak kampus maupun pemerintah.

"Harus di waspadai jangan sampai nantinya pemerintah melakukan intervensi. Karena Rektor itu kan diangkat oleh Menteri, sementara Menteri adalah pembantu Presiden. Nanti Presiden melakukan intervensi," pungkasnya.[]