News

Pelajar di Korut Dihukum Mati Gara-gara Selundupkan Video Squid Game

Ia diyakini telah membawa salinan Squid Game ke kampungnya melalui stik USB yang diselundupkan dari China.


Pelajar di Korut Dihukum Mati Gara-gara Selundupkan Video Squid Game
Pemerintahan Korea Utara yang dipimpin Kim Jong-un dilaporkan telah menghukum mati seorang pelajar yang menyelundupkan salinan drama series Netflix Squid Game (AP/Netflix via RepublicWorld.com)

AKURAT.CO  Seorang pemuda Korea Utara (Korut) dilaporkan telah dijatuhi hukuman mati gara-gara menyelundupkan salinan digital dari acara populer Netflix, Squid Game.

Dilaporkan Radio Free Asia (RFA) pada Rabu (24/11), pria yang diidentifikasi sebagai seorang pelajar itu, telah dijatuhi hukuman mati oleh regu tembak. Ia diyakini telah membawa salinan Squid Game ke kampungnya melalui stik USB yang diselundupkan dari China.

Pihak berwenang Korut dilaporkan langsung menangkap mahasiswa tersebut usai menerima petunjuk dari sumber yang tidak dikenal. Sumber ini menyebut bahwa pelajar tadi telah menjual salinan Squid Game kepada beberapa orang termasuk sesama rekan siswa.

Siswa lain yang membeli salah satu drive salinan dilaporkan telah dijatuhi hukuman seumur hidup. Sementara, enam orang lainnya yang menonton series tersebut telah dijatuhi hukuman kerja paksa selama lima tahun. Namun, sebuah sumber anonim kemudian mengungkap kepada RFA bahwa salah satu siswa yang ditangkap telah lolos dari hukuman berat. Seperti dilaporkan Forbes, lolosnya siswa itu tidak lain berkat suap USD 3 ribu (Rp42,8 juta) yang diberikan orang tuanya yang kaya.

Selain menangkapi siswa terkait, guru dan administrator sekolah juga dikatakan telah dipecat. Dikatakan bahwa mereka berisiko dikirim untuk bekerja di tambang batu bara atau diasingkan ke bagian pedesaan negara itu.

Diyakini penangkapan terjadi selama seminggu terakhir di provinsi Hamgyong Utara.

Menurut sumber penegakan hukum di provinsi Hamgyong Utara, penangkapan tujuh mahasiswa itu telah menandai pertama kalinya pemerintah Kim Jong-un menerapkan undang-undang 'Penghapusan Pemikiran dan Budaya Reaksioner' yang melibatkan kasus anak di bawah umur.

Di bawah undang-undang yang baru-baru ini disahkan, siapa pun yang ditemukan menonton, menyimpan, atau mendistribusikan media dari negara-negara kapitalis, terutama dari Korea Selatan (Korsel) dan AS, dapat dijatuhi hukuman mati.

"Warga diliputi kecemasan, karena ketujuh orang itu akan diinterogasi tanpa ampun sampai pihak berwenang dapat mengetahui bagaimana drama itu bisa diselundupkan dengan kondisi perbatasan yang ditutup karena pandemi virus corona," kata sumber RFA, dikutip dari Mirror.

Baca Juga: Keciduk Jualan CD K-Pop, Pria Korut Dieksekusi Mati di Depan 500 Orang

Pelajar di Korut Dihukum Mati Gara-gara Selundupkan Squid Game - Foto 1
 Netflix via Mirror

Dilaporkan, minggu lalu, bahwa salinan Squid Game sedang tersebar di seluruh Korut setelah diselundupkan melewati perbatasan dengan memory stick dan perangkat listrik lainnya.

Salinan Squid Game dilaporkan sedang tersebar di seluruh Korea Utara setelah diselundupkan melewati perbatasan dengan memory stick dan perangkat listrik lainnya.

"Squid Game bisa masuk ke negara tersebut dengan perangkat penyimpanan memori seperti USB flash drive dan kartu SD, yang diselundupkan dengan kapal, dan kemudian masuk ke pedalaman," kata seorang penduduk kota Pyongsong kepada RFA.

Dikatakan bagi warga Korut, cerita yang diusung Squid Game sangat relevan bagi pejabat negara yang melakukan pekerjaan mereka untuk uang tetapi mereka juga menghadapi risiko kematian. Selain itu, karakter Kang Sae-byeok yang memerankan tokoh pelarian dari Korut juga dianggap sangat dekat dengan kehidupan nyata warga di sana.

"Mereka pikir plot acara itu paralel dengan kenyataan mereka sendiri, di mana mereka tahu bahwa mereka dapat dieksekusi kapan saja oleh pemerintah jika mereka menghasilkan terlalu banyak uang. Namun, mereka semua terus menghasilkan uang sebanyak yang mereka bisa.

"Ini (juga) tidak hanya beresonansi dengan orang-orang kaya, tetapi juga dengan para pemuda Pyongyang, karena mereka tertarik pada adegan kekerasan yang luar biasa. Juga, salah satu karakter (dalam drama) adalah seorang pelarian Korut. Jadi mereka memiliki koneksi dengan karakter itu," terang sumber tersebut, kepada RFA.

Sumber kemudian mengungkap bagaimana selama ini, warga Korut diam-diam telah menonton Squid Game di bawah selimut di malam hari. Mereka menontonnya dengan menggunakan pemutar media portabel, kata sumber tersebar.

Sementara itu, sumber kedua RFA menjelaskan bahwa para penyelundup telah melihat popularitas Squid Games, tetapi juga mempertaruhkan nyawa mereka untuk memasukkan serial tersebut ke Korut. 

Di bawah kepemimpinan Kim, Korut secara ketat menyensor medianya dengan tontonan serial dan film Barat yang dilarang.

Namun, aturan telah ditegakkan secara kaku di tengah kondisi masyarakat Korut yang sudah tertindas. Sementara, bagi warga yang melanggar, mereka bisa menghadapi hukuman mati.

Pada bulan Oktober, media pemerintah Korut mengecam Squid Game. Dalam ulasannya, mereka menyebut drama survival itu adalah contoh dari 'sifat binatang dari masyarakat kapitalis Korsel, di mana umat manusia dimusnahkan oleh persaingan ekstrem'.

Keamanan di perbatasan Korut-China menjadi lebih ketat sejak wabah Covid-19. Biasanya, perbatasan dilaporkan tidak begitu sulit untuk dilintasi, tetapi sekarang, ada yang namanya 'zona kematian', yang membentang sepanjang satu kilometer di perbatasan.[]