Ekonomi

Pekerja Gas Norwegia Mogok Kerja Gegara Gaji Tak Dibayar Picu Eropa Kelimpungan Gas

Lederne Audun Ingvartsen: Para pekerja akan kembali bekerja sesegera mungkin. Kami membatalkan eskalasi yang direncanakan.


Pekerja Gas Norwegia Mogok Kerja Gegara Gaji Tak Dibayar Picu Eropa Kelimpungan Gas
Ilustrasi sektor minyak (wikipedia.org)

AKURAT.CO, Pemerintah Norwegia pada Selasa (5/6/2022) melakukan intervensi untuk mengakhiri pemogokan di sektor minyak yang telah memangkas produksi minyak dan gas.

Hal tersebut dikatakan oleh seorang pemimpin serikat pekerja dan kementerian tenaga kerja yang mengakhiri kebuntuan yang dapat memperburuk krisis pasokan energi Eropa.

Pekerja minyak dan gas lepas pantai Norwegia mogok karena gaji yang telah mengancam akan memotong ekspor gas negara itu hampir 60 persen dan memperburuk kekurangan pasokan terkait dengan perang Ukraina.

baca juga:

"Para pekerja akan kembali bekerja sesegera mungkin. Kami membatalkan eskalasi yang direncanakan," kata pemimpin serikat pekerja Lederne Audun Ingvartsen kepada Reuters.  

Kementerian tenaga kerja secara terpisah menegaskan telah menggunakan haknya untuk campur tangan.

"Norwegia memainkan peran penting dalam memasok gas ke Eropa, dan eskalasi yang direncanakan (pemogokan) akan memiliki konsekuensi serius, bagi Inggris, Jerman dan negara-negara lain," kata Menteri Tenaga Kerja Marte Mjoes Persen kepada Reuters.

"Dampak volume akan menjadi dramatis mengingat situasi Eropa saat ini."

Menurut Norwegia Oil and Gas, pemogokan akan memotong ekspor gas harian sebesar 1.117.000 barel setara minyak (boe), atau 56% dari ekspor gas harian, sementara 341.000 barel minyak akan hilang, kata pengusaha Norwegian Oil and Gas (NOG).

Kemungkinan, Belgia dan Inggris tidak akan menerima pipa gas Norwegia mulai Sabtu, kata operator pipa gas Gassco, karena risiko penutupan di Sleipner, pusat transportasi gas di Laut Utara.

Sumber: Reuters