Ekonomi

Pekerja Gaji Secara Tunai Tak Nikmati Subsidi Upah, BPK Tagih Solusi Pemerintah!


Pekerja Gaji Secara Tunai Tak Nikmati Subsidi Upah, BPK Tagih Solusi Pemerintah!
Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang juga Auditor III Achsanul Qosasi mendesak pemerintah segera mencari solusi agar bantuan subsidi upah (BSU) juga dapat menjangkau para pekerja di bawah Rp5 juta sistem gaji secara tunai. (Istimewa)

AKURAT.CO Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Achsanul Qosasi mendesak pemerintah segera mencari solusi agar bantuan langsung tunai (BLT) atau bantuan subsidi upah (BSU) juga dapat menjangkau para pekerja di bawah Rp5 juta yang tidak memiliki rekening karena sistem gaji secara tunai.

"BLT Pekerja ini hanya bisa diberikan kepada karyawan yang digaji melalui “Pyaroll System” oleh Perusahaannya (via Bank). Yang terima gaji secara tunai belum bisa menerima bantuan, walaupun mereka taat membayar BPJS. UKM & UMKM banyak yang masih menggaji dengan Tunai. Harus ada solusi untuk mereka," cuit Achsanul Qosasi melalui unggahan di akun media Twitternya @AchsanulQosasi seperti dikutip oleh AKURAT.CO, Kamis (27/8/2020).

Seperti diketahui, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menjamin penyaluran bantuan subsidi upah (BSU) untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta akan dilakukan secara akuntabel.

Ida Fauziyah mengatakan bantuan subsidi upah akan ditransfer langsung dari rekening penyalur ke rekening penerima tanpa melalui perantara dari pihak Kemenaker.

Namun, sayangnya ketentuan bantuan subsidi upah  ini tidak berlaku bagi pekerja yang tidak memiliki nomor rekening aktif dan masih mendapatkan penyaluran gaji secara tunai. Sehingga, tidak akan mendapatkan bantuan subsidi gaji dari pemerintah bagi pekerja gaji secara tunai.

Hal ini sesuai dengan kriteria Permenaker bahwa penerima bantuan subsidi upah adalah Warga Negara Indonesia (WNI), tercatat sebagai peserta BPJamsostek, dan memiliki rekening bank aktif.[]