News

Pejabat-Elite Politik Sering Terjebak Ungkapan Langsung Melukai Perasaan Masyarakat

Jelang Pemilu 2024, ada beberapa hal perlu dicermati dalam menggunakan media sosial baik bagi pejabat-pejabat negara eksekutif maupun elite legislatif.


Pejabat-Elite Politik Sering Terjebak Ungkapan Langsung Melukai Perasaan Masyarakat
Aplikasi media sosial. (AKURAT.CO/Tria Sutrisna)

AKURAT.CO, Memasuki tahapan Pemilu serentak yang akan diselenggarakan pada tanggal 14 Februari 2024, ada beberapa hal yang perlu dicermati dalam menggunakan media sosial baik bagi pejabat-pejabat negara eksekutif maupun elite legislatif.

"Mereka sering kali terjebak dalam ungkapan-ungkapan yang langsung melukai perasaan masyarakat," kata Anggota Komisi II DPR RI Agung Widyantoro dalam webinar bertemakan 'Fenomena Komunikasi Politik Menjelang Tahun Politik 2024', Rabu (29/6/2022).

Padahal, pemerintah sendiri telah berhati-hati karena pemerintah sudah membuat rambu-rambu yakni undang-undang (UU) nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE).

baca juga:

"Saya berpesan kepada kawan-kawan untuk berhati-hati ketika bermain jari jemari tangan," ucapnya.

Apalagi, lanjut Agung, sudah diperkirakan manuver politik akan berlangsung ketat. Pasalnya, partai-partai politik sudah mulai terbuka untuk menjalin kerja sama.

Menurutnya, hasil komunikasi politik yang dibangun Ketua Umum partai menghasilkan keterbukaan di antara partai politik untuk bekerja sama dan menggagas koalisi.

“Hal ini seperti yang dilakukan oleh Partai Golkar, PAN, dan PPP yang membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), dan komunikasi serta penjajakan yang sedang dilakukan antara PKB dan PKS untuk melahirkan koalisi semut merah," bebernya.

Dia menuturkan, pembentukan koalisi tentu mempunyai tujuan yaitu untuk memenuhi ambang batas presidential threshold dan memenangkan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, serta untuk meningkatkan elektoral partai-partai tersebut.

"Namun kami berharap jelang Pemilu bisa terlaksana baik lancar," pungkasnya. []