Ekonomi

Pegawai Terciduk Kasus Teroris, Erick: Tak Ada Tempat Bagi Terorisme di BUMN!

Menteri BUMN Erick Thohir memastikan bahwa tidak ada tempat bagi terorisme di tubuh perusahaan pelat merah


Pegawai Terciduk Kasus Teroris, Erick: Tak Ada Tempat Bagi Terorisme di BUMN!
Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, Minggu (15/10). (AKURAT.CO/Handaru M Putra)

AKURAT.CO, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir buka suara soal terorisme di kalangan perusahaan pelat merah. 

Ia menjelaskan, dirinya beserta jajaran mendukung upaya hukum memberikan sanksi yang tegas bagi oknum di Kementerian maupun masing-masing perusahaan BUMN yang terdyga dan terbukti terlibat dalam gerakan radikalisme dan terorisme tanpa terkecuali.

"Kita pastikan bersama-sama tidak ada tempat bagi terorisme di tubuh BUMN," tegas Erick dalam keterangan resminya, Jumat (17/8/2021).

Erick Thohir juga memastikan, karyawan Kimia Farma tersebut tidak memiliki akses dan kewenangan untuk memanfaatkan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR perusahaan. Ia bilang, BUMN punya sistem verifikasi penggunaan dana CSR agar tidak ada yang tersalurkan untuk aksi terorisme. 

"Setiap langkah BUMN adalah untuk membangun Indonesia, kami tidak mentoleransi terorisme, dan kami terus memperkuat proses internal untuk pencegahan dan penanganan paham radikalisme di lingkungan BUMN," ujarnya.

Erick Thohir menambahkan, sebagai langkah preventif ke depan, pihaknya juga telah bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah untuk memberikan pemahaman terkait nilai-nilai luhur Pancasila, yang menjadi dasar negara Indonesia. 

Erick Thohir bahkan meminta, untuk setiap pihak yang mengetahui adanya oknum karyawan BUMN yang terpapar paham radikalisme atau terorisme, agar melaporkannya ke alamat e-mail [email protected] 

"Sekali lagi saya tegaskan bahwa BUMN 100 persen buat Indonesia, BUMN 100 persen untuk rakyat Indonesia, BUMN 100 persen untuk NKRI," pungkas Erick.

Seperti yang sebelumnya ramai diberitakan bahwa Kabag Banops Densus 88 Kombes Aswin Siregar menjelaskan peran terduga teoris berinisial S alias MT. Diketahui, S ditangkap di Bekasi, diduga terafiliasi jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dan seorang pegawai salah satu perusahaan farmasi BUMN.