News

PeduliLindungi Wajib Digunakan Saat Nataru, Siap-siap Ada Sanksi bagi Pelanggar

PeduliLindungi Wajib Digunakan Saat Nataru, Siap-siap Ada Sanksi bagi Pelanggar
Menko PMK Muhadjir Effendy ()

AKURAT.CO Menteri Koordinator Pembangunan Kebudayaan Manusia (Menko PMK) Muhadjir Effendi menyampaikan, pemerintah akan mengoptimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi selama liburan Natal 2021 dan Tahun Baru Baru 2022 (Nataru).

Muhadjir mengatakan, selama rangkaian perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, pemerintah mulai melakukan pendekatan koersif sebagai salah satu bentuk pengendalian sosial untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 khususnya varian Omicron.

Pendekatan koersif yang dimaksud oleh Muhadjir adalah berupa pemberian saksi secara pidana, denda maupun administratif bagi setiap pelanggar ketentuan penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

baca juga:

Dia melanjutkan, hal tersebut dilakukan guna mengawasi pergerakan masyarakat, khususnya untuk meminimalisir potensi penyebaran varian baru virus corona SARS-CoV-2 tipe B.1.1.529 atau Omicron. 

"Penggunaan aplikasi PeduliLindungi akan ditingkatkan dan dapat menjadi dasar untuk memberikan sanksi bagi pihak yang seharusnya menggunakan aplikasi ini dengan tertib, tetapi belum melaksanakannya dengan disiplin," katanya saat menyampaikan keterangan pers secara virtual, Selasa (21/12/2021). 

Lebih lanjut, Muhadjir mengatakan, pemerintah telah memiliki sejumlah strategi untuk mencegah penularan Covid-19, terutama varian Omicron, selama libur akhir tahun.

Salah satunya, kata dia, pemerintah akan menerbitkan regulasi yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mengantisipasi periode pra dan pasca libur Natal dan Tahun Baru.

"Contohnya akan dikeluarkan surat edaran Mendagri untuk penerapan dan penegakan PeduliLindungi," kata Muhadjir.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, dia juga menjelaskan, pemerintah juga akan menggelar Operasi Lilin yang akan digelar mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022, ditambah kegiatan praoperasi dan pascaoperasi pada tujuh hari sebelum dan setelah Nataru, oleh aparat gabungan TNI/Polri.