News

Peduli Kekerasan Seksual, Warganet Ramai-ramai Tawarkan Safe Space untuk Perempuan

Warganet beramai-ramai tawarkan safe space untuk perempuan.


Peduli Kekerasan Seksual, Warganet Ramai-ramai Tawarkan Safe Space untuk Perempuan
Warganet tawarkan safe space untuk perempuan agar hindari kekerasan seksual (Twitter)

AKURAT.CO Menanggapi kasus kekerasan seksual pada perempuan yang saat ini sedang marak terjadi, warganet beramai-ramai menwarkan safe space atau tempat yang aman untuk mencegah kekerasan seksual ataupun pelecehan terhadap perempuan.

Melalui sebuah postingan pada Sabtu (4/12), akun Twitter @xfmx124 menuliskan bahwa dirinya bersedia menyediakan safe space untuk perempuan yang membutuhkan. Inisiatif tersebut ia lakukan seiring tingginya kasus kekerasan seksual. 

“Kalau ada perempuan di Depok dan sekitarnya perlu safe space, kamar gue kosong tuh pakai saja. Tinggal DM. Kekerasan dengan kekuasaan makin gak ngotak.” tulisnya.

Menyusul tweet tersebut, ternyata banyak warganet yang turut bersedia melakukan hal yang sama bahkan dari berbagai macam daerah. 

“Also Malang, i’am always open. I mean it” sebuah komentar dari pemilik akun @saviadv

Juga ada balasan komentar dari @sushidull “Jogja juga ya, aku ada kamar kosong. Siapa tau kalo ada yang bener-bener butuh bantuan karena kasus-kasus seperti yang lagi marak. Oiya, rumahku juga deket bgt sama LBH Jogja jadi kalo butuh pendampingan bisa langsung ke sana jalan kaki aja. Aku temenin” komentarnya.

Selain tweet di atas, juga masih banyak lagi warganet yang bersedia menawarkan safe space mulai dari daerah Bandung, Cimahi, Bekasi, Sidoarjo, Jakarta Timur dan banyak lagi.

Hal tersebut dilakukan oleh warganet sebagai bentuk empati atau kepedulian terkait kasus kekerasan seksual pada perempuan. Salah satunya yang baru saja terjadi yakni kasus Novia Widayasari, yang dipaksa menggugurkan kandungan hingga dua kali oleh pacarnya.

Tweet tersebut saat ini tengah viral dan tentu akan sangat membantu bagi perempuan-perempuan yang membutuhkan agar terhindar dari bahaya. 

Seperti yang kita tahu bahwa kekerasan seksual pada perempuan di era sekarang masih menjadi momok, terlebih lagi terkait RUU PKS yang hingga kini tak kunjung disahkan.[]