News

Pedagang Tanah Abang Antusias Divaksin, Dasco Minta Kuota Ditambah

Dasco menyarankan kepada pengelola pasar supaya menambah kuota vaksinasi.


Pedagang Tanah Abang Antusias Divaksin, Dasco Minta Kuota Ditambah
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Satgas Lawan Covid-19 DPR RI meninjau vaksinasi bagi para pedagang di Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat, Jakarta, Jumat (30/7/2021). (HUMAS DPR RI)

AKURAT.CO, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Satgas Lawan Covid-19 DPR RI meninjau vaksinasi bagi para pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (30/7/2021). Adapun vaksinasi ini dilaksanakan oleh Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IPPI) dan Polri.

"Pada hari ini kami meninjau vaksinasi yang diselenggarakan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia dan Polri. Vaksinasi di sini sudah direncanakan di DPR beberapa waktu lalu," kata Dasco.

"Pedagang menyatakan bahwa mereka tidak ingin menyerah apalagi mengibarkan bendera putih. Mereka ingin vaksinasi supaya bisa terus melanjutkan roda perekonomian dan menang lawan Covid-19," sambungnya.

Dasco menyarankan kepada pengelola pasar untuk menambah kuota vaksin, mengingat antusias pedagang Pasar Tanah Abang mengikuti vaksinasi. Vaksinasi yang berlangsung di Blok A tersebut merupakan vaksinasi hari ketiga.

"Hal tersebut ditunjukkan dengan animo yang besar pedagang dari blok lain juga masih meminta penambahan hari untuk vaksinasi," ujar politikus Partai Gerindra itu. 

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri mengatakan vaksinasi di DKI Jakarta saat ini sudah berjalan sebanyak seratus ribu, di Tanah Abang sendiri dua puluh ribu vaksinasi.

"Target DKI Jakarta sekitar 100.000 ini sudah berjalan di Jakarta Timur secara terus-menerus. Hari ini Tanah Abang, karena antusias pedagangnya cukup besar, 20.000 pedagang ada di Tanah Abang. Ini fase kesekian kali, tapi berkat kerja sama dengan semua pihak, Alhamdulillah hari ketiga ini berjalan dengan lancar," tuturnya.

Perlu diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewajibkan pedagang dan pengunjung warung makan (warteg), pedagang kaki lima (PKL), dan lapak jajanan untuk divaksin. Aturan ini bertujuan untuk pengendalian penularan virus corona. Kewajiban ini tertuang dalam Keputusan Kepala Dinas PPUMK DKI Jakarta Nomor 402 Tahun 2021 tentang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Level 4 yang berlaku hingga 2 Agustus 2021.[]