Ekonomi

Pedagang: Aplikasi Peduli Lindungi Belum Bisa Diterapkan di Pasar!

Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan uji coba penerapan protokol kesehatan melalui aplikasi PeduliLindungi di pasar rakyat atau pasar tradisional


Pedagang: Aplikasi Peduli Lindungi Belum Bisa Diterapkan di Pasar!
Aktivitas jual beli di pasar tradisional di kawasan Jakarta, Rabu (20/9/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah melakukan uji coba penerapan protokol kesehatan melalui aplikasi PeduliLindungi di pasar rakyat atau pasar tradisional.

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menyampaikan Peduli Lindungi tidak bisa diimplementasikan di pasar dalam waktu singkat ini.

" Bukan berarti kami tidak setuju, kami tetap mendorong agar pemerataan vaksinasi di pasar tradisional itu dilakukan. Tetapi faktanya memang ini masih belum," ucap Ketua Bidang Infokom DPP Ikappi, Muhamad Ainun Najib lewat keterangan tertulisnya, Minggu (26/9/2021).

Ainun Najib mengatakan banyak hal yang harus diperbaiki, pihaknya pun sudah koordinasi dengan Kementerian Kesehatan melalui zoom meeting beberapa waktu yang lalu menyampaikan sejumlah faktor tentang sulitnya PeduliLindungi diberlakukan di pasar tradisional. 

"Ini yang harus menjadi catatan dan pentingnya kita mempersiapkan terlebih dahulu beberapa faktor-faktor yang menjadi kendala," imbuhnya.

Pertama, menurutnya akses vaksin yang belum merata di pasar-pasar tradisional itu membuat pedagang masih belum cukup banyak mendapatkan vaksin. Untuk itu, pihaknya terus mendorong agar vaksinasi itu dilakukan di pasar tradisional.

Kemudian persoalan Peduli Lindungi itu sendiri, bagi pedagang yang punya catatan kesehatan yang tidak bisa divaksin itu juga harus mendapatkan alternatif yang juga dipersiapkan di Peduli Lindungi. 

Jadi Peduli Lindungi tidak hanya sertifikat vaksin tetapi juga ada mungkin surat keterangan dokter atau sertifikat apa yang memungkinkan bahwa sertifikat sementara itu untuk mengakses Peduli Lindungi atau bisa masuk ke pasar. 

"Selain komorbid kami juga memikirkan pedagang yang baru saja terkena Covid-19 dia harus isoman selama 3 bulan untuk bisa divaksin. Itu juga harus didapatkan keterangan dari dokter atau sertifikat sementara dari peduli lindungi dan hal-hal lain," jelasnya.