News

Pecahkan Rekor Dunia, Ibu Afrika Selatan Ini Lahirkan 10 Bayi!

Tujuh bayi laki-laki dilahirkan Sithole secara normal, sementara tiga bayi perempuan lainnya keluar melalui operasi sesar.


Pecahkan Rekor Dunia, Ibu Afrika Selatan Ini Lahirkan 10 Bayi!
Foto Gosiame Thamara Sithole sebelum melahirkan 10 anaknya. (AFRICAN NEWS AGENCY (ANA) via BBC)

AKURAT.CO, Seorang ibu dari Afrika Selatan telah memecahkan rekor baru karena melahirkan 10 bayi.

Seperti diwartakan BBC, IOL hingga NY Post, Gosiame Thamara Sithole diprediksi bakal memecahkan Guinness World Records yang dipegang oleh Malian Halima Cisse, wanita Maroko yang melahirkan 9 anak bulan lalu. 

Sithole yang berusia 37 tahun melahirkan decuplet-nya di sebuah rumah sakit di Pretoria pada Senin (7/6) malam waktu setempat. Saat itu, 7 bayi laki-laki dilahirkan Sithole secara normal, sementara 3 bayi perempuan lainnya keluar melalui operasi sesar.

Saat menyambut bayi-bayinya itu, suami Sithole, Teboho Tsotetsi mengaku sangat terkejut. Lantaran sebelumnya, menurut pemindaian medis, Sithole hanya dideteksi mengandung 8 bayi. 

Tsoetsi kemudian menerangkan bahwa istrinya tersebut secara total telah mengandung selama 29 minggu atau sekitar 7 bulan lebih. 

"Itu terdiri dari tujuh laki-laki dan tiga perempuan. Dia hamil tujuh bulan tujuh hari. Saya sangat senang. Saya tidak bisa bicara banyak. Mari kita bicara lagi di pagi hari," kata Tsoetsi saat diwawancarai langsung oleh Pretoria News pada malam kelahiran anak-anaknya. 

Berita tentang Sithole yang melahirkan 10 anak ini pun telah dikonfirmasi oleh seorang pejabat Afrika Selatan. Namun, pejabat ini mengaku belum melihat langsung ke-10 bayi tersebut.

Seorang anggota keluarga yang tidak ingin disebutkan namanya juga mengatakan hal senada. Kepada BBC, mereka mengamini bahwa Sithole memang melahirkan 10 anak, melalui kelahiran alami dan operasi sesar.

Sementara Guinness World Records mengatakan kepada BBC bahwa pihaknya tengah menyelidiki kasus Sithole. 

Pecah Rekor Dunia, Ibu Afrika Selatan ini Lahirkan 10 Bayi - Foto 1
Gosiame Thamara Sithole dan suaminya Tebogo Tsoetsi - AFRICAN NEWS AGENCY

Terlepas dari masalah rekor, Sithole sendiri diketahui telah memiliki anak kembar berusia enam tahun. 

Sebelum melahirkan 10 anaknya, ia juga mengaku bahwa kehamilannya tersebut adalah alami karena dia tidak pernah menjalani perawatan kesuburan.

Namun saat berbicara kepada Pretoria News sebulan lalu, Sithole mengaku mengalami masa-masa sulit pada masa awal kehamilan. Ini terutama karena dia khawatir jika anak-anaknya nanti tidak bisa bertahan di dalam rahimnya.

Di tengah kekhawatirannya itu, Sithole juga mengaku terus diyakinkan oleh dokternya. Dokter juga mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja lantaran rahim Sithole masih berkembang.

"Bagaimana mereka bisa muat di dalam rahim? Akankah mereka bertahan? Bagaimana jika mereka kembar siam dempet kepala, di perut atau tangan? Saya bertanya pada diri sendiri semua pertanyaan ini sampai dokter meyakinkan saya bahwa rahim saya mulai membesar di dalam. Tuhan membuat keajaiban dan anak-anak saya tinggal di dalam rahim tanpa komplikasi," sambung Sithole yang diketahui berasal dari Kota Tembisa, Provinsi Gauteng.

Sithole lantas menceritakan bagaimana pada awal tahun lalu, dokter sempat memprediksi bahwa bayi yang dikandungnya berjumlah 6 anak (sextuplets). Kemudian pada suatu kesempatan, Sithole mengalami sakit kaki dan mulas selama sekitar 8 minggu. 

Menanggapi itu, dokter melakukan pemeriksaan termasuk pemindaian lebih lanjut. Kemudian dari situlah diketahui, Sithole mengandung bayi kembar delapan. Namun, dari delapan bayi itu, dua diantaranya berada dalam 'tabung yang salah', kata Sithole.

"Awalnya ada enam anak. Lalu dua lainnya ternyata berada di tabung yang salah. Kaki saya terasa sakit. Para dokter melakukan pemindaian lebih lanjut dan mereka menemukan anak-anak berada di tabung yang salah. Tapi itu sudah beres dan saya baik-baik saja sejak itu," ucap Sithole.

Pecah Rekor Dunia, Ibu Afrika Selatan ini Lahirkan 10 Bayi - Foto 2
Sithole mengklaim tidak menjalani perawatan kesuburan, dan mengatakan bahwa kehamilannya berjalan dengan alami - AFRICAN NEWS AGENCY

Saat diprediksi punya anak 8 itu, Sithole dan suaminya juga mengaku sangat terjejut dan dibuat tidak percaya.

"Saya tidak bisa memercayainya. Saya merasa seperti salah satu anak pilihan Tuhan. Saya merasa diberkati untuk diberikan berkat seperti ini ketika banyak orang di luar sana membutuhkan anak. Ini adalah keajaiban yang saya hargai. Saya harus melakukan penelitian sendiri tentang apakah seseorang benar-benar dapat mengandung delapan anak. Itu adalah hal yang baru. Saya tahu tentang kembar, kembar tiga, dan bahkan kembar empat," kata Tsoetsi.

Kini, Tsoetsi pun dibuat makin tidak percaya lantaran istrinya ternyata melahirkan 10 anak, bukan 8 bayi seperti yang diperkirakan oleh dokter sebelumnya. 

Kendati demikian, menurut Wakil Kepala Fakultas Kedokteran Universitas Kesehatan Sefako Makgatho, Profesor Dini Mawela, kasus Sithole jarang terjadi. Mawela juga mengaku belum tahu pasti apakah benar kehamilan Sithole adalah alami atau produk dari perawatan kesuburan. 

Namun, dalam hal ini, Mawela tegas mengatakan bahwa kehamilan anak kembar dalam jumlah banyak biasanya memang terjadi dari produk perawatan kesuburan. 

"Ingat, ketika mereka melakukan perawatan kesuburan, mereka menyuntikkan telur sebanyak mungkin untuk meningkatkan kemungkinan pembuahan karena asumsi beberapa dari mereka akan mati. Tapi mereka semua mungkin bertahan. Jadi, saya tidak tahu apakah dia hamil secara alami, yang mungkin, atau apakah ini produk perawatan kesuburan," kata Mawela.

Saat itu, mawela juga mengatakan bahwa kehamilan Sithole tetap berisiko tinggi dan bayi kemungkinan akan mengalami gangguan dalam perkembangannya. 

"Anak-anak akan menghabiskan beberapa bulan ke depan di inkubator karena itu adalah kehamilan berisiko tinggi. 

"Ini situasi yang cukup unik. Saya tidak tahu seberapa sering itu terjadi. Tapi, ini memiliki resiko sangat tinggi (kehamilan). Ini adalah situasi yang sangat kompleks dan berisiko tinggi. 

"Bahayanya adalah, karena tidak ada cukup ruang di dalam rahim untuk anak-anak, kecenderungannya adalah mereka akan menjadi kecil. Apa yang akan terjadi adalah mereka akan mengeluarkannya sebelum waktunya, lantaran adanya risiko jika lebih lama dikandung dalam rahim," sambungnya.[]