News

PDIP Tolak Gagasan Qodari Cs Amandemen UUD Demi Muluskan Jokowi Tiga Periode

PDIP Tolak Gagasan Qodari Cs Amandemen UUD Demi Muluskan Jokowi Tiga Periode
Ahmad Basarah PDIP (YouTube SMRC TV)

AKURAT.CO, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah kembali menegaskan sikap Fraksi PDIP di MPR yang menolak amandemen UUD 45 untuk perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi.

Politisi PDIP itu menyebutkan bahwa gagasan fraksinya di MPR hanya amandemen terbatas, yakni menambah satu ayat di Pasal 3 UUD 1945, yaitu MPR diberi wewenang untuk menetapkan haluan negara atau haluan nasional. Gagasan itu, kata dia, tidak akan melebar ke mana-mana. 

"Kalau ada agenda (lain selain 1 ayat di Pasal 3 UUD 1945) itu, secara tegas PDIP menarik diri dari agenda tersebut. Apalagi misalkan gagasan tentang masa jabatan presiden ditambah menjadi tiga periode. Ini jelas jauh dari pandangan dan sikap politik, baik kami di MPR khususnya kami di PDIP," katanya saat menyampaikan pandangannya atas hasil survei SMRC, Minggu (20/6/2021). 

baca juga:

Dia mengingatkan kembali soal sikap Presiden Jokowi pada wacana itu. Kata presiden,  pengusung ide tiga periode itu dibagi tiga kategori. Pertama adalah orang yang ingin cari muka. Kedua, orang yang ingin menampar wajah Jokowi. Ketiga, orang yang ingin menjerumuskan dirinya. 

"Jadi kalau subjeknya (Jokowi) saja sudah tidak mau, kemudian kami dari partai tempat pak Jokowi bernaung juga tidak menginginkan konstitusi kita diubah hanya untuk kepentingan orang perorang," ujarnya. 

Dia menambahkan, konstitusi itu, harusnya menjadi panduan besar bangsa Indonesia dalam perjalanannya sebagai sebuah bangsa. Konstitusi, kata dia, merupakan kiblat bangsa Indonesia dan menjadi arah tujuan berbangsa. Karena itu, kata dia, tidak etis konstitusi diubah untuk kepentingan orang perorangan. 

"Dan konstitusi itu harusnya diproyeksikan untuk bangsa yang lebih besar, visioner dan sebagainya. Saya kira sangat tidak eloklah bahwa konstitusi kita mau dipermainkan hanya untuk kepentingan orang perorang saja," ungkapnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, saat ini upaya mengusung Presiden Jokowi mencalonkan diri untuk ketiga kalinya menemukan bentuk nyata. Hal itu ditandai dengan terbentuknya Sekretariat Nasional (Seknas) Komunitas Jokowi-Prabowo 2024 (Jokpro2024).

Komunitas yang digagas Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari itu menduetkan Jokowi-Prabowo sebagai Capres-Cawapres. Untuk memuluskan itu, menurut dia, amandemen UUD bukanlah sesuatu yang mustahil dan bukan barang haram. 

Bahkan, komunitas itu juga mengusung gagasan duet Jokowi-Prabowo nantinya melawan kotak kosong pada Pilpres 2024. Meskipun begitu, relawan presiden Jokowi pada Pilpres 2019 menolak wacana Qodari itu.[]