News

PDIP Tidak Merasa Ditinggalkan KIB

Hasto kristiyanto mengungkapkan bahwa pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bukanlah upaya untuk meninggalkan PDIP.


PDIP Tidak Merasa Ditinggalkan KIB
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto (kiri) di Festival Kopi Tanah Air, di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada Jumat (27/5/2022) (AKURAT.CO/PETRUS C. VIANNEY)

AKURAT.CO, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto kristiyanto mengungkapkan bahwa pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bukanlah upaya untuk meninggalkan PDIP.

Hasto menuturkan, pembentukan koalisi yang terdiri dari Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu sebagai bagian dari daya tarik PDIP untuk membentuk koalisi lainnya.

"Sampai kapan pun PDIP (akan) menjadi kekuatan partai yang terus menyatukan," kata Hasto ketika ditemui di Festival Kopi Tanah Air di Lapangan Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/5/2022).

baca juga:

Kata Hasto, peran PDIP sangat besar dalam merapatkan barisan untuk mensukseskan pemerintahan Joko Widodo - Ma'ruf Amin, maka dari itu siapapun yang membentuk koalisi di luar akan tetap di rangkul.

Sehingga ketika ada yang bergerak keluar, kami rangkul. Sehingga semua di dalam satu barisan dalam mendukung pemerintahan Pak Jokowi - Ma'ruf Amin.

Baginya, pembentukan koalisi yang didominasi oleh barisan pemerintahan saat ini tidak ada yang berjalan sendirian, dan saling menjauh satu dengan yang lain.

"Jadi justru kami yang menarik, tidak pernah meninggalkan, kami tidak pernah ditinggalkan," ungkap Hasto.

Perihal pembentukan koalisi, Hasto menuturkan bahwa sampai saat ini partainya belum memutuskan akan membentuk koalisi dengan parpol manapun.

Sebab, kata Hasto, PDI-P hendak membangun kekuatan gotong royong nasional. Hasto memberikan sedikit bocoran bahwa PDI-P akan gotong royong dengan partai yang memiliki kesamaan aspek.

"Itu juga dari perspektif historis mereka yang telah berkeringat dalam memerdekakan bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, menjadi mitra strategis bagi PDI-P. Sehingga kerja sama itu dilakukan dalam perspektif ke sana," pungkas Hasto.[]