News

PDIP Minta Anies Pikirkan Nasib 3 Ribu Pekerjaan Holywings

Pelanggaran hukum yang dilakukan Holywings juga disebabkan kelalaian Pemprov DKI


PDIP Minta Anies Pikirkan Nasib 3 Ribu Pekerjaan Holywings
Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi A dari Fraksi PDIP Gembong Warsono, di Gedung DPRD DKI, Selasa (28/8) (AKURAT.CO/Herry Supriyatna)

AKURAT.CO, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono mendesak Gubernur Anies Baswedan mencari solusi terkait nasib 3000 karyawan Holywings yang terdampak penutupan. 

"Pemprov harus cari solusi bagaimana menyelamatkan 3000 karyawan ini. Karena mereka punya keluarga, punya anak istri di saat ekonomi sudah terpuruk seperti sekarang ini," katanya, Kamis (30/6/2022). 

Gembong setuju siapapun pelanggar wajib dilakukan penindakan.

baca juga:

Namun dia mengingatkan perlunya Pemprov DKI memikirkan nasib 3000 karyawan Holywings.

Apalagi, menurut Gembong, pelanggaran hukum yang dilakukan Holywings juga disebabkan kelalaian Pemprov DKI melakukan pelanggaran dengan cara memanipulasi izin operasional grup usaha bar, club dan restoran itu. 

"Sikap tegas ini karena kelalaian dia jgn berimbas pada orang lain yang dirugikan. Prinsipnya itu. Padahal yang lalai itu mereka, pemprov. Karenan lalainya Pemprov maka berakibat adanya pengangguran baru sekian ribu orang," ujarnya. 

Menurut dia, tanpa adanya kelalaian pengawasan dan pembinaan lapangan, dia yakin tak ada pelanggaran itu. Dia mengatakan, mustahil pelanggaran perizinan itu bisa dilakukan Holywings bila pengawasan dan pembinaan di lapangan berjalan baik. 

"Kalau nggak ada kelalaian itu, nggak mungkin itu ada pelanggaran. Mungkin nggak orang berani melanggar kalau pengawasannya ketat? Nggak mungkin. Sederhana kok itu," katanya. 

Dia juga mendorong agar Pemprov DKI dengan pihak Holywings duduk bersama. Pembinaan berkelanjutan, kata dia, perlu dilakukan agar tidak lagi terjadi kejadian serupa. 

"Mesti duduk bareng antara Pemprov dengan para pengusahanya. Tetapi sekali lagi Pemprov kan pasti sudah punya data terkait perusahaan-perusahaan nakal itu. Tetapi kenapa dia sampai berani nakal, itu pertanyaannya. Karena pengawasan tadi. Jadi nggak bisa sepihak. Nah kedua belah pihak mesti duduk bareng, dirumuskan bersama bagaimana untuk bisa menyelematkan 3 ribu pekerja," ungkapnya.[]