News

PDIP Belum Tentu Usung Ganjar Capres 2024, Pengamat: Perilakunya Sangat Kental Nuansa Pencitraan

Keraguan Bambang Wuryanto ini sekaligus menjadi indikasi kuat bahwa DPP PDIP belum memplot Ganjar sebagai salah satu calon kandidat capres


PDIP Belum Tentu Usung Ganjar Capres 2024, Pengamat: Perilakunya Sangat Kental Nuansa Pencitraan
Potret Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di berbagai kesempatan (Instagram/ganjar_pranowo)

AKURAT.CO,  Ketua DPP PDIP bidang Pemenangan Pemilu, Bambang Wuryanto, menilai elektabilitas Ganjar Pranowo hanya bagian dari pencitraan. Karena itu, belum tentu Ganjar mendapat rekomendasi dari Megawati.

Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menilai, Bambang Wuryanto ada benarnya. Sebab, menurutnya Ganjar termasuk sosok yang pandai memainkan suatu peristiwa untuk pencitraan dirinya.

"Baru-baru ini, Ganjar naik ke truk untuk melihat apakah ada orang yang ikut mudik. Perilaku semacam ini dilakukannya terkesan kalau ada wartawan. Karena itu, perilaku Ganjar sangat kental dengan nuansa pencitraan," terang Jamiluddin sebagaimana yang dikutip AKURAT.CO dari keterangan tertulis, Sabtu (15/5/2021).

"Jadi, elektabilitas Ganjar selama ini memang terkesan hasil pencitraan, bukan karena kinerja. Apalagi, selama ini belum ada informasi terkait kinerja Ganjar yang monumental. Kinerja Ganjar hanya biasa-biasa saja," sambungnya.

Karena itu, Jamiluddin mengatakan, wajar kalau banyak pihak yang terheran-heran dengan tingginya elektabilitas Ganjar. Keheranan itu makin menguat manakala ada lembaga survei tertentu yang menempatkan elektabilitasnya tertinggi.

Dia berharap, kiranya kalau ada petinggi PDIP yang mempertanyakan elektabilitas Ganjar. Dia menilai, keraguan Bambang Wuryanto ini sekaligus menjadi indikasi kuat bahwa DPP PDIP belum memplot Ganjar sebagai salah satu calon kandidat capres.

"Hal itu menguatkan dugaan, PDIP sudah menyiapkan Puan Maharani bersama Prabowo Subianto untuk maju pada pilpres 2024. Hal ini makin menguatkan adanya perjanjian Batutulis 2 antara PDIP dan Gerindra yang akan mengusung Prabowo dan Puan," ujarnya.

Jadi, tambah Jamiluddin, peluang Ganjar menjadi capres atau cawapres dari PDIP tampaknya kecil sekali. Ganjar kalau memang tetap berambisi, haruslah mencari perahu lain.

Karena menurutnya, memasangkan Anies-Ganjar tampaknya akan sulit diterima partai lain. Sebab, PDIP sendiri meragukan elektabilitas Ganjar, apalagi partai lain.

"Permasalahnya, perahu mana yang mau mengusung Ganjar yang selama ini menjadi kader banteng tulen? Perahu yang akan mengusung Anies Baswedan tampaknya akan sulit menerima kehadiran Ganjar," tandasnya.

Sebelumnya, PDIP belum tentu mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden pada Pilpres 2024 meski sejumlah lembaga survei mencatat gubernur Jawa Tengah itu punya elektabilitas tinggi.

Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto mengatakan elektabilitas tinggi yang saat ini melekat pada Ganjar hanyalah hasil dari pemberitaan yang kemudian diangkat dan diramaikan di media konvensional dan media sosial sehingga menjadi populer.

"Itu hanya buah dari sebuah news, pemberitaan. News ini di-mention, ada yang mengutip, diramaikan, kemudian dibaca orang. Jadi newsmentionreach (jangkauan), kemudian menghasilkan popularity (popularitas), dan electability (elektabilitas)," ungkap Bambang di Kantor DPD PDI Perjuangan Panti Marhaen Semarang, Rabu (12/5/2021).

Erizky Bagus

https://akurat.co