Lifestyle

PCR Tak Lagi Jadi Syarat, Wisman yang Suspek Wajib Lakukan Tes Konfirmasi

Meski tes Covid-19 sudah dihapus, wisatawan yang dikategorikan suspek wajib menjalani tes ulang dan karantina


PCR Tak Lagi Jadi Syarat, Wisman yang Suspek Wajib Lakukan Tes Konfirmasi
Calon penumpang menunggu jadwal keberangkatan pesawat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (7/12/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN)  kini tidak wajib menunjukkan hasil tes negatif Covid-19, asal sudah divalsin dosis kedua.

Meski syarat tes Covid-19 dihapus, kebijakan tes konfirmasi dan karantina di Indonesia tetap ada.

Tes ulang berlaku bagi pelaku perjalanan yang ditemukan menunjukkan gejala mirip Covid-19 atau suhu di atas 37,5 derajat Celcius atau disebut suspek.

baca juga:

Dan bagi mereka yang berkewajiban karantina sebagai syarat untuk menyelesaikannya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno pun menyambut baik peraturan terbaru itu. Namun, ia juga mengingatkan para wisatawan untuk mematuhi aturan ini, dan tetap menjalankan protokol kesehatan. 

"Betul-betul suatu anugerah bahwa PCR dihapuskan untuk wisatawan mancanegara, dengan menghapuskan pre-departure test PCR dan upon arrival," kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing, dikutip AKURAT.CO, Selasa (24/5/2022).

"Kami di Kemenparekraf mengimbau agar wisman (wisatawan mancanegara) tetap menjaga prokes dan aturan yang telah ditetapkan oleh Satgas tersebut," ujarnya. 

Selain itu, Kemenparekraf pun akan selalu memastikan kenyamanan dan keselamatan di destinasi wisata termasuk akomodasi dan restoran dengan menerapkan protokol kesehatan yang berbasis pada CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability).

"Upaya tersebut juga telah tercantum pada aktivasi program komunikasi Kemenparekraf melalui awareness campaign 3 utmost effort ke wisatawan mancanegara seperti capaian tinggi vaksinasi, implementasi CHSE, serta penegasan terhadap penerapan safety protocol dengan tetap menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan 3M yang dapat memberikan keamanan dan kenyamanan saat berwisata," imbuh Sandiaga.

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu juga meminta seluruh destinasi wisata terintegrasi PeduliLindungi. 

Semua upaya ini diharapkan dapat membangun kepercayaan para wisatawan bahwa Indonesia layak dan aman dikunjungi. 

Dalam kesempatan yang sama, Sandiaga Uno juga mengungkapkan adanya peningkatan  jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

"Berdasarkan rilis data statistik Kemenparekraf per Maret 2022, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang masuk melalui entry point Bandara Ngurah Rai Bali menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan atas dampak pembukaan border sebesar 1.030,47 persen pada Bulan Maret 2022 dibanding Februari 2022," ujarnya.