Olahraga

PBSI Ungkap Alasan Fadia/Ribka Rujuk di Kejuaraan Dunia

Fadia/Ribka jadi andalan Indonesia untuk sektor ganda putri.

PBSI Ungkap Alasan Fadia/Ribka Rujuk di Kejuaraan Dunia
Pasangan Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti di podium juara PBSI Home Tournament di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (17/7). (PBSI)

AKURAT.CO, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Rionny Mainaky membenarkan bahwa Siti Fadia Silva Ramadhanti akan kembali berpasangan dengan Ribka Sugiarto di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022 pada 22-28 Agustus 2022 di Tokyo, Jepang.

Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) diketahui telah mengirimkan undangan ke seluruh peserta Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022 pada 22 Juni lalu. Pengiriman undangan tersebut berdasarkan peringkat dunia per 26 April.

Fadia/Ribka menjadi salah satu wakil Indonesia yang mendapatkan undangan tersebut. Mereka dapat tiket ke Kejuaraan Dunia karena Greysia Polii yang berpasangan dengan Apriyani Rahayu sebagai ganda putri pertama, memutuskan pensiun.

baca juga:

Keputusan PBSI untuk menerima undangan Fadia/Ribka sendiri cukup mengejutkan. Sebab, keduanya telah berpisah sejak beberapa bulan lalu. Terakhir kali mereka berduet adalah di Kejuaraan Asia Bulutangkis 2022 pada 26 April hingga 1 Mei 2022, di mana Fadia/Ribka mencapai babak perempat final.

"Kenapa Fadia/Ribka? Karena memang yang lain enggak masuk memang, jadi kami beri kesempatan. Ya mungkin dari pengalaman bertanding karena Fadia/Ribka masih aktif juga, kan. Semaksimal mereka mainlah," ujar Rionny di Pelatnas PBSI Cipayung, Senin (25/7).

Baik Fadia maupun Ribka saat ini memang sudah memiliki pasangan baru. Fadia dipasangkan dengan peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2022, Apriyani Rahayu. Sedangkan Ribka diduetkan dengan pebulutangkis PB Djarum Kudus lainnya, Febby Valencia Dwijayanti Gani.

Duet Apriyani/Fadia dan Febby/Ribka sudah bertanding dalam empat hingga lima turnamen sebelumnya tahun ini. Yakni dalam tur Asia Tenggara seperti Indonesia Masters, Indonesia Terbuka, Malaysia Terbuka, Malaysia Masters, dan Singapura Terbuka pada 7 Juni hingga 17 Juli.

Rionny menilai bahwa Fadia/Ribka dinilai tidak akan mendapatkan kendala berarti ketika mereka kembali diduetkan, meski sudah berpisah.

"Kami secara pribadi, dari pelatih sama pemain udah komitmen enggak ada masalah terkait hasil mereka apapun, karena nanti tetap Apriyani (pasangan Fadia) ini kan," tambahnya.

"Dari pelatih, kami juga bukan sebatas mencoba, kami rasa dia bisa makanya terbukti. Tetapi anak-anak memang seperti itu, kami sudah lihat dari kualitas, kan, kalau hasil apapun kita tak mungkin lagi tarik."

Disinggung mengenai target, PBSI nyatanya cukup berharap kepada Fadia/Ribka. Meski bukan juara, mereka ditargetkan bisa menembus hingga fase empat besar.

"Untuk ganda putri si Fadia/Ribka kita Enggak mungkin target juara, ya. Mungkin yang kami harapkan semifinal arena mereka juga punya kualitas, dari pengalaman bertanding enggak tertinggal walau berpisah," tutup Rionny.[]