Olahraga

PBSI tak Jatuhkan Sanksi untuk Yeremia

Menurut PBSI, teguran internal sudah cukup berat bagi Yeremia.


PBSI tak Jatuhkan Sanksi untuk Yeremia
Yeremia Rambitan (PBSI)

AKURAT.CO, Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) memutuskan untuk tidak memberikan sanksi kepada salah satu pemainnya, Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, yang diduga telah melakukan pelecehan seksual secara verbal.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBSI, Muhammad Fadil Imran, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan peneguran terhadap Yeremia. Selain itu, pebulutangkis yang akrab disapa Yere itupun sudah menyampaikan permohonan maaf.

"Ya (dia) sudah minta maaf. Yere ini sudah minta maaf, itu sudah luar biasa. Sanksi sosial itu jauh lebih dahsyat. Dia juga sudah telfon saya (bilang) menyesal dan tidak akan mengulangi lagi," kata Fadil dalam konferensi pers, Rabu (25/5).

baca juga:

Menurut Fadil, apa yang dilakukan oleh Yere adalah bercanda, mengingat sang pemain memang dikenal suka bergurau. Namun, dia tak menampik bahwa tingkah Yeremia salah.

"Tik Tok ini kan mungkin maksudnya bercanda. Yere anaknya emang suka bercanda, tapi persepsi orang berbeda. Nanti kalau Anda kenal profil seorang Yere akan lebih tahu, dia memang suka bercanda," tambahnya.

Lebih jauh, pria yang juga menjabat Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Metro Jaya itu mengatakan bahwa masalah Yere ini jadi pembelajaran bagi PBSI ke depannya. Pihaknya berjanji akan memberikan pembinaan mengenai etika bermedia sosial kepada seluruh atlet.

"Nanti kita akan terus melakukan pembinaan bahwa etika berinternet itu ada. Ini pelajaran bagi kami dan bagaimana ke depan para pemain ini memahami etika tersebut agar tidak terpeleset dengan hal-hal seperti ini," tuturnya.

"Saya kira sanksi internal, teguran dari sekjen sudah cukup berat bagi dia. Apalagi, masyarat juga sudah menilai dia."

Yeremia sendiri sebelumnya sudah menyampaikan permohonan maaf atas ucapannya yang mengarah ke pelecehan seksual terhadap salah seorang sukarelawan SEA Games Hanoi 2021. Dia mengaku salah dan menyesali perbuatannya.