Olahraga

PBSI Segera Gelar Simulasi untuk Lihat Kondisi Mental Pemain

Tidak bertanding dalam waktu yang relatif cukup lama ternyata cukup mempengaruhi keadaan pemain.


PBSI Segera Gelar Simulasi untuk Lihat Kondisi Mental Pemain
Pelatih tunggal putra PP PBSI, Hendry Saputra Ho (PBSI)

AKURAT.CO, Gelaran Olimpiade Tokyo 2020 tinggal dua bulan lagi, persiapan bagi setiap atlet yang akan berlaga di pesta olahraga empat tahunan itu terus dimaksimalkan. Tak terkecuali Indonesia, seperti yang tengah dipersiapkan oleh Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI).

Pasalnya, pandemi virus corona (COVID-19) yang sempat mengganggu beberapa jadwal turnamen juga dianggap mempengaruhi mental para pemain. Apalagi cabang olahraga bulutangkis baru menggulirkan turnamen pada awal tahun ini.

"Untuk mental saya kira itu yang paling penting, karena mereka sudah cukup lama tidak bertanding. Rencananya PBSI akan menggelar simulasi, itu sebuah harapan supaya kita bisa tahu bagaimana kondisi keadaan mental pemain," kata Kepala pelatih tunggal putra Pelatnas PBSI, Hendry Saputra Ho.

Tim bulutangkis Indonesia berhasil meloloskan tujuh wakil untuk tampil pada Olimpiade Tokyo 2020 di mana dua diantaranya adalah sektor tunggal putra yang diwakilkan Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.

Hendry bahkan mengakui bahwa tidak bertanding dalam waktu yang relatif cukup lama ternyata cukup mempengaruhi keadaan anak-anak asuhnya. Pun begitu, pelatih berusia 57 tahun tersebut coba menyiasatinya dengan memaksimalkan pola latihan.

"Kalau untuk masalah sudah lama tidak bertanding kami coba menyiasati pada pola latihannya saha. Kami coba samakan seperti pertandingan nanti. Juga di simulasi, jadi kami bisa lihat kondisi mereka dan dampaknya apa," jelas Hendry.

Selain itu batalnya turnamen Malaysia Terbuka dan Singapura terbuka ternyara dianggap cukup berpengaruh kepada kondisi anak-anak asuhnya. Karena menurutnya kondisi fisik dan mental pemainnya sebenarnya sudah siap.

Pun begitu, Hendry optimistis waktu yang tersisa dua bulan ini anak-anak asuhnya akan siap dengan keadaan apapun. Kuncinya adalah dengan merancang dan mengatur agar setibanya di Jepang kondisi pemain sudah dalam keadaan maksimal.

Dian Eko Prasetio

https://akurat.co