Olahraga

PBSI Sayangkan Turnamen Malaysia Terbuka Harus Ditunda

PBSI berikan komentar terkait keputusan ditundanya Malaysia Terbuka 2021.


PBSI Sayangkan Turnamen Malaysia Terbuka Harus Ditunda
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI, Rionny Mainaky, ketika berada di Pelatnas PBSI di Cipayung, Selasa (6/4). (PBSI)

AKURAT.CO, Kabar mengejutkan datang dari Negeri Jiran. Ajang bulutangkis Malaysia Terbuka 2021 resmi ditunda tiga pekan sebelum penyelenggaraan. Penundaan ini disayangkan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, penundaan ini disampaikan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) melalui rilisnya hari Jumat (7/5) sore.

"Federasi Bulutangkis Malaysia (BAM) dan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) menyetujui untuk menunda Malaysia Terbuka 2021. Semua upaya dilakukan oleh penyelenggara dan BWF untuk menyediakan lingkungan turnamen yang aman bagi semua peserta, tetapi lonjakan kasus Covid-19 baru-baru ini tidak memberikan pilihan selain menunda turnamen. BWF dapat mengonfirmasi bahwa turnamen yang dijadwalkan ulang tidak akan lagi berlangsung di periode kualifikasi Olimpiade. Tanggal turnamen baru akan dikonfirmasi di kemudian hari."

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky pun mengaku kecewa turnamen Malaysia Terbuka harus ditunda. Sebab, semua pemain Indonesia hanya memiliki satu turnamen tersisa untuk menambah poin agar bisa lolos ke Olimpiade Tokyo 2020.

"Saya pastinya menyayangkan," ucap Rionny saat ditemui Tim Humas dan Media di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, dalam rilis yang diterima 

"Bukan hanya karena Hafiz/Gloria, sekarang semua pemain Indonesia hanya memiliki satu turnamen (Singapura Terbuka 2021, 1-6 Juni) untuk mengejar poin ke Olimpiade. Tetapi secara garis besar tim Indonesia tidak punya turnamen pemanasan yang cukup jelang ke Olimpiade Tokyo. Juga untuk mempelajari kekuatan lawan," ungkapnya.

Tapi Rionny memahami situasi pandemi Covid-19 yang terjadi di Malaysia saat ini. Menurut Rionny, keselamatan dan kesehatan pemain adalah yang paling utama.

"Keinginan kami untuk main di sana sebenarnya sangat besar. Tetapi kesehatan bagi pemain memang tetap yang paling utama," kata Rionny.

"Ya mau bagaimana lagi, melihat kondisi di sana pun resikonya sangat tinggi. Jadi memang menunda turnamen Malaysia Terbuka adalah hal yang terbaik," kata Rionny lagi.

Dengan keputusan ini, tim Indonesia langsung mengalihkan fokus ke Singapura Terbuka 2021, terutama bagi Hafiz/Gloria yang masih harus mengejar peringkat delapan untuk satu tiket Olimpiade Tokyo.