Rahmah

PBNU Gelar Munas dengan Prokes Ketat, KH Said Aqil Siroj: Ikhtiar Memutus Rantai Penularan

Munas dan Konbes NU tahun ini digelar dengan prokes yang ketat dan diputuskan sebagai forum internal dengan peserta terbatas.


PBNU Gelar Munas dengan Prokes Ketat, KH Said Aqil Siroj: Ikhtiar Memutus Rantai Penularan
Prof Dr KH Said Aqil Siroj (YouTube TV NU)

AKURAT.CO  Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama mulai digelar hari ini, Sabtu, 25 September 2021 di Hotel Grand Sahid Jakarta. Munas dan Konbes NU tahun ini diselenggarakan di tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya usai. Meski situasi saat ini cenderung melandai ditengah gencarnya ikhtiar pemerintah melakukan vaksinasi.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Said Aqil Siroj dalam sambutannya menyampaikan, Munas dan Konbes NU tahun ini digelar dengan prokes yang ketat dan diputuskan sebagai forum internal dengan peserta terbatas tanpa mengundang pihak eksternal ini. Hal ini bertujuan untuk menyempurnakan ikhtiar dalam rangka memutus rantai penularan.

"Pertimbangan keselamatan dan kesehatan jamaah adalah kaidah tertinggi dalam roda organisasi di tengah situasi pandemi," ujar Kiai Said, Sabtu (25/9/2021).

Kiai kelahiran Cirebon itu mengatakan, selama masa pandemi Covid-19, NU telah kehilangan ratusan Kyai dan pengasuh pesantren. Hal ini merupakan musibah besar bagi NU dan kerugian besar bagi umat Islam. Sehingga NU harus menjadi teladan dalam biar untuk memutus rantai penularan.

"Meski kita yakin sepenuhnya ajal di tangan Allah Ta'ala, kita wajib berikhtiar menjaga dan melindungi para kiai, masyayikh, pengurus dan warga nahdliyyin dengan disiplin menjalankan prokes baik dalam kegiatan pribadi maupun kegiatan organisasi," kata Kiai Said.

Lebih dari itu, Pengasuh Ponpes Al-Tsaqafah Ciganjur ini menyebut jika NU mendukung sepenuhnya langkah-langkah pemerintah dalam menangani pandemi dari hulu ke hilir dari sisi hulu penerapan proses tidak boleh kendor. Kendati situasi sekarang tengah landai, tetapi tidak menutup kemungkinan akan terjadi lonjakan gelombang ke-3.

"Dari sisi hilir NU merekomendasikan agar pemerintah memperbaiki sistem kesehatan nasional dengan meningkatkan rasio dan keandalan fasilitas kesehatan rumah sakit dan puskesmas," tutur Kiai Said.

Dengan demikian, lanjut Kiai Said mengatakan, pandemi hanya bisa diatasi dengan sinergi dan kerjasama pemerintah dan masyarakat. Masyarakat harus tetap disiplin prokes, sementara pemerintah menggalakkan vaksinasi dan perbaiki ekosistem kesehatan.

"Pemerintah perlu membatasi akses masuk bagi tenaga kerja asing sampai situasi aman terkendali. Di sisi lain masyarakat tidak boleh evoria dengan berbagai pelonggaran kegiatan masyarakat," urai Kiai Said. []