Ekonomi

PBNU Dorong KPPU Berantas Praktek Monopoli Persaingan Usaha


PBNU Dorong KPPU Berantas Praktek Monopoli Persaingan Usaha
Komisioner KPPU Ri (Akurat.co/Aji Nurmansyah)

AKURAT.CO, Musyawarah Nasional (Munas)  dan Konferensi Besar (Konbes) memberikan perhatian spesial dalam mendukung kinerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU RI). 

Bahkan NU secara khusus menggelar pembahasan dalam sesi Bahtsul Masail Qonuniyyah terkait RUU Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha tidak Sehat dan penguatan kelembagaan KPPU. Adapun melalui kiprah revisi UU Nomor 5 tahun 1999 sudah lama dikehendaki untuk di revisi amandemen. Sementara saat ini, proses penyusunan RUU Anti monopoli ini masih di meja DPR.

Komisioner KPPU RI Afif Hasbullah mengatakan pihak NU berpihak pada penguatan ekonomi umat dan menolak perilaku monopoli yang selama ini marak terjadi. NU pun mengklaim jika pihaknya mendukung penuh kebijakan KPPU untuk memberantas praktek Monopoli usaha.

"Terkait RUU anti monopoli yang dibahas di Konbes dan Munas NU ini menandakan bahwa NU berpihak pada penguatan ekonomi ummat dan rakyat, agar terbebas dari perilaku persaingan usaha tidak sehat yang seringkali merugikan rakyat kecil," ujar Afif dalam keterangan resminya di Banjar, Jawa Barat (28/2/2019).

Lebih lanjut Afif menambahkan KPPU juga mengapresiasi setinggi-tingginya kepada PBNU yang telah mengangkat isu persaingan usaha dan KPPU ini dalam Munasnya. Hal ini menandakan PBNU berpihak pada misi yang diperjuangkan KPPU, termasuk terkait penguatan kelembagaan dan kewenangannya.

"Penyusunan RUU anti monopoli merupakan suatu keniscayaan. Namun saya berharap bahwa pembahasan yang ada hendaknya segera menemukan kata final, yakni disahkannya RUU Anti monopoli yang baru menggantikan UU Nomor 5 tahun 1999 yang sudah kurang bisa memenuhi kebutuhan praktik di dunia usaha saat ini, paparnya.[]

baca juga: