Lifestyle

Payudara Membesar Setelah Disuntik Vaksin Pfizer, Ini Penjelasan Ahli

Sejumlah wanita mengaku payudaranya membesar setelah menerima vaksin Pfizer


Payudara Membesar Setelah Disuntik Vaksin Pfizer, Ini Penjelasan Ahli
Ilustrasi vaksin COVID-19 (Zee News)

AKURAT.CO Belum lama ini, beberapa wanita menghebohkan media sosial karena mengaku payudara mereka “membesar” setelah suntikan vaksin Covid-19. Menurut pengakuan, mereka telah disuntik vaksin Pfizer. 

Seorang wanita di Inggris bernama Elle Marshall melaporkan bahwa ukuran pakaian dalamnya naik dua cup, dari A ke C. Sementara Sonja Ingrid dari Sydney, Australia, menyebut bahwa dirinya mengalami pembesaran payudara gratis setelah menerima vaksinasi Pfizer.

Tak hanya di Inggris dan Australia saja, banyak wanita di Amerika juga mengalami hal yang sama. 

Seorang Direktur Pusat Perawatan Payudara Universitas California San Francisco, Dr Laura Esserman Amerika Serikat menyebutkan bahwa pihaknya mendapat banyak telepon dari wanita yang bingung dengan pembengkakan kelenjar getah bening setelah vaksin. Wanita-wanita tersebut merasa khawatir bila pembengkakan tersebut adalah gejala kanker.

“Saya yakin ratusan ribu wanita pasti akan terkena dampak ini,” kata Esserman kepada ABC7 Chicago., dikutip AKURAT.CO pada Selasa (27/7/2021)

Seperti dilansir News.com.au, terkait fenomena ini, Departemen Kesehatan Australia menjelaskan bahwa vaksin Covid-19 umumnya memiliki efek samping berupa rasa sakit di tempat suntikan, sakit kepala, kelelahan, atau merasakan gejala seperti flu. Sementara, kelenjar getah bening yang meradang dan mrmbengkak adalah efek samping yang kurang umum dari vaksinasi.

Setelah divaksin, kelenjar getah bening di ketiak di sisi tubuh akan aktif dan membengkak karena tubuh sedang mempersiapkan respons kekebalan. Kondisi ini akan mendorong payudara sedikit ke depan sehingga payudara terasa membesar. 

Hal yang sama juga diungkapkan oleh kepala dokter di pusat diagnostik payudara di Rumah Sakit Nordland, Heinrich Backmann, menerangkan wanita tak perlu khawatir dengan perubahan payudaranya.

“Kami melihat beberapa wanita memiliki kelenjar getah bening yang lebih besar,” kata Backmann.