News

Pawai Ribuan Nasionalis Israel Picu Bentrokan, 17 Warga Palestina Ditangkap dan 33 Orang Luka

Warga Palestina bentrok dengan pasukan Israel di Yerusalem, ketika kelompok-kelompok nasionalis Yahudi melakukan pawai bendera melalui Kota Tua.


Pawai Ribuan Nasionalis Israel Picu Bentrokan, 17 Warga Palestina Ditangkap dan 33 Orang Luka
Warga Palestina bentrok dengan pasukan Israel di Yerusalem, ketika kelompok-kelompok nasionalis Yahudi melakukan pawai bendera melalui Kota Tua. (March Israel Sellem via The Jerusalem Post)

AKURAT.CO, Pawai bendera yang digelar oleh ribuan nasionalis sayap kanan Israel di Yerusalem Timur yang diduduki pada Selasa (15/6) berujung ricuh. 

Seperti dilaporkan Jerusalem Post hingga BBC, pawai bendera Israel itu digelar di kawasan alun-alun Gerbang Damaskus di luar Kota Tua Yerusalem, tempat di mana warga Palestina biasa berkumpul. 

Saat itu, dengan mengibarkan-ngibarkan bendera biru putih, para nasionalis menari dan menyanyikan lagu-lagu patriotik Israel, seperti 'Am Yisrael Chai', 'bangsa Israel tidak takut'. Lalu ada juga kelompok yang masih menyenandungkan nyanyian rasis 'Matilah orang Arab'.

Beberapa nasionalis juga terlihat mengangkat poster Itamar Ben-Gvir, pemimpin partai sayap kanan Otzma Yehudit sekaligus sekutu dekat Benjamin Netanyahu.

Sedangkan beberapa pengunjuk rasa lain memegang poster perdana menteri (PM) baru Naftali Bennett dan menyebutnya sebagai 'pembohong'. Sementara yang lain meneriakkan, 'Bennett adalah pengkhianat'.

Awalnya, pawai dijadwalkan berlangsung Kamis (10/6) lalu. Kemudian, penyelenggara membatalkannya setelah polisi Israel menolak rute yang diusulkan, dengan alasan masalah keamanan.

Setelahnya, pawai dijadwalkan ulang pada Selasa setelah rute baru disetujui oleh otoritas setempat. Pawai ini sendiri digelar untuk memperingati perayaan pendudukan Israel di sisi timur Yerusalem pada 1967, dan rencananya berlangsung pada 10 Mei lalu. Sementara diketahui, pada masa itu ketegangan antara Palestina-Israel di Kota Tua sedang dalam masa puncak-puncaknya. Karenanya, pawai saat itu harus dibatalkan. 

Sementara dalam jadwal ulangnya, pawai kaum nasionalis Israel pada Selasa pada akhirnya tetap diangggap sebagai provokasi oleh warga Palestina. Bahkan, para pengunjuk rasa Palestina dilaporkan sudah terlibat bentrok dengan polisi Israel dua jam sebelum pawai dimulai.

Saat itu, puluhan warga Palestina dilaporkan melakukan protes di jalan-jalan dekat rute pawai. Dalam aksinya itu, mereka ikut melempar batu ke petugas polisi. Sementara polisi Israel membalas dengan aksi kekerasan.

Pawai Bendera dari Ribuan Nasionalis Israel Picu Bentrokan, 17 Warga Palestina Ditangkap, 33 Luka - Foto 1
Polisi Israel berupaya menertibkan jalan-jalan di sekitar rute sebelum pawai berlangsung pada Selasa (15/6). (Foto: EPA via BBC)

Situasi bentrokan antara polisi dan warga Palestina ini juga terekam dalam sejumlah video yang kini beredar luas di media sosial. Di rekaman-rekaman itulah, terlihat situasi carut-marut warga Palestina yang didesak mundur secara paksa oleh pasukan keamanan Israel. Lalu ada pula adaegan di mana seorang pemuda Palestina dikeroyok oleh polisi Israel di Gerbang Damaskus.

Sementara diketahui, jumlah polisi yang dikerahkan untuk menjaga Kota Tua pada hari Selasa mencapai setidaknya 2.000 petugas.

Alhasil, karena kerusuhan itu, sedikitnya 33 warga Palestina mengalami luka, dan 17 lainnya ditangkap. Sementara jumlah polisi Israel yang terluka mencapai 2 orang. Setelahnya, massa Palestina dibubarkan dan diusir oleh polisi Israel dari kawasan sekitar Kota Tua.

Kendati demikian, bentrokan yang terjadi pada Selasa itu dinilai tidak sebesar yang ditakutkan pada awalnya. Namun, acara tersebut tetap sempat memicu kekhawatiran munculnya konflik baru dengan Hamas dan ketegangan dengan Arab-Israel.

Baca Juga: Belum Ada Sebulan Gencatan Senjata, Israel Kembali Lancarkan Serangan Udara ke Gaza

Menanggapi kemungkinan eskalasi itulah, pemimpin Raam, partai Islamis Arab dari koalisi baru Israel sempat meminta pawai dibatalkan. Dalam pernyataannya, Mansour Abbas mengatakan bahwa pawai di kawasan Kota Tua terancam dimanfaatkan untuk 'tujuan politik' oleh pihak tertentu.

Pendapat serupa juga diungkap oleh Menteri Luar Negeri Israel sekaligus mitra koalisi, Yair Lapid. Melalui Twitter, Lapid pun tegas mengutuk pawai para nasionalis tersebut. Terlebih dalam pawainya, mereka biasa meneriakkan slogan rasis terhadap orang Arab.

"Tidak dapat dibayangkan bagaimana Anda dapat memegang bendera Israel dan meneriakkan 'Matilah orang Arab' pada saat yang sama... Orang-orang ini adalah aib bagi bangsa Israel," tulis Lapid.

 
Pawai Bendera dari Ribuan Nasionalis Israel Picu Bentrokan, 17 Warga Palestina Ditangkap, 33 Luka - Foto 4
Penyelenggara acara bersikeras bahwa peserta memiliki hak untuk melakukan pawai melalui Yerusalem. (Foto: Reuters via BBC)

Namun, juru bicara salah satu kelompok pawai, Eytan Meir, bersikukuh dan mengatakan bahwa pawai adalah 'soal kebebasan berbicara'. 

"Intinya adalah jika kita khawatir tentang apa yang orang pikirkan... (maka) kita harus berkemas dan pergi, karena kebanyakan orang di wilayah kita tidak benar-benar ingin negara Yahudi ada di sana. Tapi kami percaya kami memiliki hak untuk berada di sini, bahwa kami memiliki hak untuk berbaris dengan bendera kami di Yerusalem," katanya.[]