News

Paulus Waterpauw Resmi Laporkan Pengacara Lukas Enembe ke Bareskrim

Paulus Waterpauw Resmi Laporkan Pengacara Lukas Enembe ke Bareskrim
Pj Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw (polri.go.id)

AKURAT.CO, Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw melaporkan kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening, ke Bareskrim Polri. Paulus melaporkan Stefanus atas tuduhan penghinaan atau pencemaran nama baik.

"Kami melaporkan kuasa hukum Gubernur Lukas Enembe Stefanus Rening karena yang bersangkutan mengeluarkan pernyataan bahwa penetapan tersangka dari Lukas Enembe itu karena politisasi atau kriminalisasi,” ucap Heriyanto, pengacara Paulus, di Bareskrim Polri, Jakarta.

Laporan teregistrasi dengan Nomor LP/B/0570/IX/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI tanggal 29 September 2022.

baca juga:

Heriyanto menyebut nama baik kliennya telah dicemarkan oleh Stefanus karena menyebut Lukas ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK akibat tidak meloloskan Paulus sebagai wagub Papua.

"Bahwa penetapan tersangka Lukas Enembe itu karena ditolaknya pencalonan Paulus Waterpauw, dan beliau menuding ini semua skenario arau kriminalisasi atau politisasi dari mantan-mantan jenderal polisi," kata Heriyanto.

Heriyanto mengatakan Roy dilaporkan atas tuduhan penghinaan atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)

Dalam pelaporannya itu, Heriyanto mengaku telah menyerahkan sejumlah alat bukti, di antaranya tangkapan layar dan rekamanan konferensi pers Roy Being kepada media massa.

"Barang bukti tadi kami bawa adalah video konferensi pers sekitar tanggal 18 atau 19 September di 2022. Itu beliau mengatakan bahwa mantan-mantan polisi kalau memimpin negeri ini berbahaya," ungkap dia.

Sebelumnya, Roy mengatakan dugaan korupsi ataupun gratifikasi yang dituduhkan kepada Lukas Enembe berhubungan dengan kriminalisasi dan politisasi. Salah satunya adalah keterlibatan empat jenderal yang ingin mengendalikan kepemimpinan Lukas Enembe dalam memimpin Papua.

Roy menyebut empat jenderal itu adalah Budi Gunawan yang kini menjabat Kepala BIN, Tito Karnavian yang saat ini menjabat Mendagri, Firli Bahuri ketua KPK, dan Paulus Waterpauw yang saat ini menjabat sebagai Penjabat Gubernur Papua Barat.

Paulus sendiri telah melayangkan somasi kepada Roy namun tidak digubris sehingga membuat laporan ke Bareskrim Polri.

"Somasi sudah dilayangkan kepada tim kuasa hukum LE agar segera memberikan klarifikasi dalam waktu 2 x 24 jam. Jika tidak ada tanggapan, maka langkah hukum pencemaran nama baik akan kami tempuh," ucap Waterpauw di Manokwari.[]