News

Patroli Anti Begal Pesepeda Diperluas di Sejumlah Titik Rawan di Jakarta

Dinas Perhubungan DKI Jakarta bekerja sama dengan Polda Metro Jaya akan memasifkan patroli di luar jalur sepeda resmi guna menekan aksi para begal pesepeda


Patroli Anti Begal Pesepeda Diperluas di Sejumlah Titik Rawan di Jakarta
Anggota polisi satwa (K9) saat berpatroli di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (8/4/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Basewedan pun menegaskan patroli keamanan baik oleh Satpol PP, TNI, hingga Polri akan ditingkatkan.Tujuannya untuk mengingatkan warga agar mematuhi PSBB dengan tidak keluar rumah tanpa urusan mendesak dan menghindari kerumunan. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO,Kasus begal sepeda di jalanan Ibu Kota belakangan ramai terjadi. Bahkan peristiwa ini sampai menimpa seorang perwira TNI yang sedang gowes di Kawasan Medan Merdeka,  Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Menanggapi kejahatan jalanan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, selama ini pihaknya sudah melakukan patroli namun hanya dilakukan di 63 jalur sepeda yang tersedia saat ini.

"Di level Dishub kami juga sekarang rutin melakukan patroli di jalur sepeda. Tapi itu terbatas pada jalur sepeda yang sudah disiapkan," kata Syafrin saat dihubungi Jumat (30/10/2020).

Animo masyarakat menggunakan sepeda pada masa pandemi Covid-19 ini memang cukup tinggi. Selain dipakai untuk sekedar berolahraga, sepeda juga belakangan digunakan sebagai pengganti kendaraan bermotor yang banyak digunakan karyawan untuk bekerja.

Demi meminimalisir kasus kriminal di tengah tingginya minat masyarakat menggunakan sepeda saat ini, Syafrin sudah berkoordinasi dengan polisi untuk memasifkan patroli yang tidak hanya berfokus pada jalur khusus.

"Kami sudah koordinasikan dengan jajaran ditlantas Polda Metro Jaya untuk pengamanan," ucap Syafrin.

Syafrin mengatakan, pihaknya tetap fokus pada patroli di 63 jalur sepeda ini sememtara pihak kepolisian bisa memantau ruas jalan yang belum ada jalur khusus tetapi kerap dipakai pesepeda.

Dengan adanya kerjasama melakukan patroli ini, Syafrin yakin kejahatan jalanan ini bisa ditekan. Sebaliknya, jika tidak ada patroli rutin tidak menutup kemungkinan kejahatan jalan ini justru meningkat.

"Nah kita harapkan dari Polda Metro Jaya juga lakukan patroli rutin. sehingga begitu melihat petugas itu tentu niat si pelaku akan diurungkan. Tapi kalau tidak ada petugas itu otomatis kan ada kesempatan melakukan penjambretan," katanya.