News

Pasukan Iran dan Taliban Terlibat Baku Tembak di Perbatasan 

Menurut Al Jazeera, insiden itu tampaknya tidak menimbulkan korban


Pasukan Iran dan Taliban Terlibat Baku Tembak di Perbatasan 
Pejuang Taliban terlibat baku tembak dengan penjaga perbatasan Iran di Provinsi Nimroz, Rabu (1/12) (RFE/RL)

AKURAT.CO, Bentrokan meletus antara tentara Iran dan pasukan Taliban di dekat perbatasan Afghanistan-Iran.

Menurut Al Jazeera, insiden itu tampaknya tidak menimbulkan korban, dengan pihak terkait kemudian menggambarkan bentrokan hanya sebagai 'kesalahpahaman'.

"Pertempuran berakhir dengan intervensi dan negosiasi pasukan keamanan, dan situasi di daerah itu sekarang tenang," tambah media pemerintah Iran IRNA, Rabu (1/12). 

Sementara bentrokan dilaporkan berhasil diredam, rekaman konflik antara tentara Iran dan Taliban sudah tersebar luas. 

Beberapa video yang muncul pada Rabu misalnya, menunjukkan pasukan Taliban bergerak. Tembakan kemudian terdengar ketika salah satu pasukan Iran menembakkan peluru artileri sebagai tanggapan atas tembakan Taliban.

Situasi tidak jauh berbeda juga diperlihatkan dalam sebuah video yang belum diverifikasi dan diposting oleh kantor berita Afghanistan Aamaj. Dalam rekaman itu, penjaga perbatasan Iran dan pejuang Taliban terlibat baku tembak di sepanjang tembok perbatasan dekat provinsi Nimroz, Afghanistan.

Sebuah sumber lokal di Nimroz mengatakan kepada RFE/RL bahwa dalam bentrokan itu, pasukan Iran juga menggunakan artileri.

Laporan awal mengklaim Taliban telah merebut perbatasan Iran. Namun, menurut sumber yang tidak disebutkan namanya oleh kantor berita semi-resmi Iran Tasnim, laporan itu dianggap palsu. 

Media pemerintah Iran, sementara itu, mengatakan bentrokan meletus karena kebingungan Taliban tentang garis perbatasan resmi.

Tasnim menambahkan bahwa Iran telah mendirikan tembok perbatasan beberapa ratus meter dari perbatasan resmi dengan Afganistan. Perbatasan ini niatnya ditujukan untuk menghentikan penyelundup.

Beberapa petani Iran lalu dilaporkan menyeberang ke sisi lain tembok untuk menggunakan tanah di dalam perbatasan Iran. Namun, karena masalah tembok, Taliban mengira perbatasan Afghanistan telah dilanggar, dan akhirnya mereka melepaskan tembakan.

Pertempuran telah berakhir dan pihak berwenang Iran sedang mendiskusikan situasi dengan Taliban, lapor Tasnim, yang memiliki hubungan dengan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC).

Pada hari Rabu, juru bicara kementerian luar negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengkonfirmasi bentrokan.  Akan tetapi, saat berbicara itu, Khatibzadeh tidak menyebut nama Taliban. Dalam pernyataannya, ia hanya megatakan bahwa 'kesalahpahaman antara penduduk perbatasan telah menyebabkan pertempuran'.

Hal hampir senada juga telah disampaikan oleh Mohammad Marashi, wakil keamanan untuk gubernur Provinsi Iran, Sistan dan Baluchestan. Kepada televisi pemerintah Iran, Marashi mengatakan bahwa bentrokan tidak serius dan tidak menimbulkan kerugian pada personel atau properti. Marashi juga mengamini bentrokan telah usai. Kendati demikian, ia menyebut pasukan Taliban sebagai pemicunya.

Iran belum secara resmi mengakui Taliban sejak kelompok itu dengan cepat menguasai Afganistan setelah penarikan pasukan Amerika Serikat pada Agustus.

Para pejabat Iran telah berulang kali mengatakan pengakuan itu akan bergantung pada pembentukan pemerintah 'inklusif' di Afganistan. Namun, di sisi lain, mereka juga meminta Amerika Serikat untuk mencabut sanksinya terhadap Taliban untuk memadamkan masalah kemanusiaan.

Pada pertengahan November, Hassan Kazemi-Qomi, perwakilan khusus Iran di Afganistan, memimpin delegasi Iran untuk kunjungan resmi ke negara itu guna mengadakan pembicaraan. Dia bertemu dengan beberapa pejabat Taliban untuk membahas ekonomi negara, geopolitik kawasan, dan masalah keamanan.

Pada akhir Oktober, Iran menjadi tuan rumah pertemuan negara-negara tetangga plus Rusia di Teheran, tetapi pejabat Taliban tidak diundang. []