News

Paslon 2 Bawa Kasus Dugaan Kecurangan Pilkada Asmat ke Bawaslu Pusat dan MK

Paslon 2 Bawa Kasus Dugaan Kecurangan Pilkada Asmat ke Bawaslu Pusat dan MK
Yulianus Payzon Aituru (Istimewa)

AKURAT.CO, Pasangan calon (Paslon) nomor urut 2 Pilkada Kabupaten Asmat Yulianus Payzon Aituru - Bonifasius Jakfu membuat laporan ke Bawaslu Pusat dan bukti kecurangan paslon 1 Elisa Kambu–Thomas Eppe Safa ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Laporan dibuat setelah viralnya video di mana oknum anggota KPPS diduga mencoblos kertas suara untuk memenangkan paslon nomor urut 1.

Aituru berharap laporan kecurangan kasus pilkada yang merugikan dirinya bisa diusut dan dituntaskan sebaik-baiknya. Selain itu, mereka meminta agar Bawaslu jangan cuma fokus menyelesaikan kasus kecurangan yang videonya viral saja. Pasalnya, masih ada banyak bukti kecurangan dari paslon nomor urut 1 pada Pilkada Kabupaten Asmat telah didapat.

baca juga:

“Dalam pertemuan bersama empat komisioner Bawaslu kami sudah berikan catatan kecurangannya. Kami minta Bawaslu tegas menyelesaikan semua kecurangan yang dilakukan paslon nomor urut 1 karena sudah sangat merugikan kami dari paslon nomor urut 2. Jangan cuma kasus video yang viral saja yang diselesaikan,” terang Yulianus Payzon Aituru kepada awak media di Jakarta, Jumat (18/12/2020). 

Selain melaporkan kecurangan dan meminta ketegasan Bawaslu, masih kata Aituru, dalam pertemuan pihaknya juga memberi catatan kinerja Panwas yang tidak maksimal pada Pilkada Asmat 2020.

Berbagai pelanggaran yang menguntungkan paslon nomor urut 1 banyak terjadi di TPS, namun oleh Panwas terkesan dibiarkan.

“Karena kami di daerah terpencil jadi kurang terkontrol oleh provinsi dan pusat, juga media massa. Praktik money politic jadi mudah dilakukan karena tidak ada pengawasan dan kontrol ketat dari pusat, provinsi, juga media massa,” keluhnya.

Tak hanya itu, Aituru menyatakan pihaknya juga akan membawa semua bukti kecurangan paslon nomor urut 1 ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar disidangkan dan diputuskan. Terlebih selisih suara dengan paslon nomor urut 1 terbilang tipis cuma sekitar 7.000 suara.

“Kami yakin bisa dimenangkan di MK berdasarkan semua alat bukti kecurangan paslon nomor urut 1 yang kita dapat. Apalagi selisih suara tidak jauh. Kami dapat 36 ribu sementara paslon rival kami 43 ribu suara,” ucapnya optimis.[]

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu